Terpisah jarak 11 poin dengan Lazio (peringkat 3 sementara klasemen) dan delapan giornata tersisa mengindikasikan kembalinya Juventus ke Liga Champions semakin nyata. Masih merasakan nuansa kemenangan besar atas Napoli 3-0, malam kemarin ini masih menyisakan pesan emosional yang mendalam bagi para tifosi juventini, tidak hanya di Italia, tapi juga di seluruh penjuru dunia – termasuk kita di sini, Indonesia.
Sangat emosional tentunya, babak pertama yang berakhir 0-0 dibalik menjadi skor fantastis di babak kedua. Pertandingan semalam menjadi salah satu yang terbaik dilakoni oleh Juventus hingga giornata ke-30 ini. Bahkan semestinya skor akhir dapat mencapai 5-0 jika beberapa peluang lainnya di babak kedua dapat dioptimalkan, khususnya dari Vucinic dan Marchisio. Tadi malam tim kita sudah cukup menunjukkan kemauan yang keras untuk terus bertarung tak kenal lelah dan selalu haus akan kemenangan.
Capolista memang masih menjadi milik Milan yang secara nyata berpeluang lebih besar untuk meraih scudetto. Namun Juventus kini sudah memangkas jarak menjadi dua poin dan memberikan tekanan berat terhadap i rossoneri. Semusim ini Juventus bersua dengan Milan sebanyak empat kali (2 kali di Serie A & 2 kali di Coppa Italia), dan keempat-empatnya Juventus tidak membiarkan Milan menang sekalipun. Ini sudah mengindikasikan bahwa Juventus telah kembali, kembali ke era kejayaan, dan yang paling penting untuk musim depan, kembali ke Champion League!. (js)

