Terlepas dari santernya berita “calcioscommesse” yang mengaitkan nama pelatih Antonio Conte, kita tengok sebentar agenda mercato yang harus diselesaikan Juventus hingga akhir Agustus nanti. Santer muncul nama-nama mulai dari talenta muda yang mulai bersinar hingga nama-nama besar yang sudah berpengalaman dan jam terbang tinggi baik di Eropa maupun liga setempat. Sebut saja mulai dari Edinson Cavani (Napoli), Edin Dzeko (Manchester City), Robin Van Persie (Arsenal), Gonzalo Higuain (Real Madrid) hingga Luis Suarez (Liverpool). Direttore Generale – Giuseppe Marotta memang terlihat sedikit “dipaksa” harus membeli setidaknya satu orang striker yang benar-benar berkelas, setidaknya rata-rata dapat menjaringkan 20 gol semusim. Ini juga didorong oleh faktor akan tidak adanya la bandiera bianconera – Alex Del Piero karena kontrak tidak lagi diperpanjang, pun juga kecil kemungkinannya Marco Borriello dipermanenkan jika AS Roma tidak menurunkan harganya seperti yang dimau oleh Signor Marotta. Sehingga otomatis di lini depan hanya akan menyisakan Mirko Vucinic, Alessandro Matri dan Fabio Quagliarella. Jika musim depan jadwal kompetisi yang harus diikuti bertambah karena akan menjalani Liga Champions pula maka setidaknya Juventus harus membeli satu striker berkualitas dan jika perlu dengan satu pelapis muda yang bertalenta.
Untuk jatah striker yang dibidik, jika mengacu pada nama-nama diatas yang terus muncul di media-media, coba kita sedikit menengok performa gol mereka berbanding dengan jumlah partai yang dimainkan dan biaya yang harus dikeluarkan Juventus untuk mengakuisisi mereka dari klub pemiliknya.
Edinson Cavani:
Nama ini yang dinilai paling menjanjikan, muda usia dan sudah fasih dengan karakter Serie A. 23 gol di musim lalu, 35 pertandingan, dan 3060 menit bermain. Total gol keseluruhan 33 jika dikalkukasi di semua kompetisi yang dijalaninya bersama Napoli.
Robin Van Persie:
Nama ini sudah jauh muncul sebelum muncul nama Cavani. Sudah mendekati usia 30 namun pengalamannya paling komplet dibanding kandidat-kandidat lainnya. 30 gol di musim lalu, 38 pertandingan dan 3334 menit bermain. Total gol keseluruhan 37 jika dikalkukasi di semua kompetisi yang dijalaninya bersama Arsenal.
Luis Suarez:
Sebelum berlabuh ke Liverpool, namanya sempat menjadi kandidat yang dikampanyekan via media. Kini dengan turunnya prestasi klub yang menaunginya dan berbagai ulah rasis yang dilakukannya, ada chance untuk membujuknya berpindah klub dengan konsekuensi gaji tidak setinggi yang ia dapat di Liverpool. 11 gol di musim lalu, 31 pertandingan dimainkan dengan total 2557 menit bermain. Total gol nya menjadi 16 jika memasukkan kompetisi di luar liga utamanya.
Gonzalo Higuain:
Santer dibicarakan akan hengkang karena tidak menjadi pilihan utama di skuad José Mourinho. Namun beberapa minggu lalu perwakilannya sudah menyatakan kalau ia akan tetap bertahan di Real Madrid. 22 gol dengan total 35 pertandingan namun menit bermainnya hanya 1714 menit. Dan total golnya menjadi 26 dengan mengkalkulasi kompetisi di luar liga utamanya.
Edin Dzeko:
Mungkin ada sedikit penyesalan saat ia memutuskan berlabuh ke Manchester City musim lalu, karena kini tidak menjadi pilihan utama Roberto Mancini. Ketertarikan Juventus di jeda transfer musim lalu membuatnya kembali bersuara agar dapat berlabuh ke Turin musim depan. 14 gol musim ini dengan hanya 1498 menit dimainkan, dan total 20 gol di semua kompetisi yang dijalaninya bersama Manchester City.
Tiap berapa menit sekali para striker ini mencetak gol? Jika dibagi dan diurutkan mulai dari yang paling produktif hasilnya sebagai berikut: Higuain (per 77 menit), Dzeko (per 107 menit), Van Persie (per 111 menit), Cavani (per 133 menit) dan paling bawah ada pada Suarez (per 232 menit). Itu di liga lokal masing-masing yang dijalani mereka, lantas jika kompetisi-kompetisi Cup/Coppa lainnya yang mereka jalani juga diikutkan, berapa rerata menitnya? Ranking satu masih ditempati Higuain (per 101 menit), kemudian secara berurut Van Persie (per 110 menit), Dzeko(per 118 menit), Cavani (per 127 menit), dan paling buncit tetap pada diri Suarez (per 190 menit).
Nah, sekarang kita silangkan/bandingkan performa gol – menit bermain ini dengan biaya yang harus Juventus keluarkan untuk mengakuisisi mereka (plus termasuk harga transfer nya). Dari data terakhir didapat untuk mendatangkan masing-masing: Cavani (40 Juta Euro), Van Persie (21 Juta Euro), Suarez (15 Juta Euro), Higuain (20 Juta Euro), dan Dzeko (16 Juta Euro).
Namun jika disaring dari target gol yang setidaknya harus mereka cetak selama semusim, tidak akan berarti Dzeko dan Suarez tidak masuk hitungan karena hanya menghasilkan 16 & 15 gol, karena menit bermainnya jauh lebih sedikit. Tentunya lebih bijaksana semuanya memiliki bobot yang sama dari parameter ini. Namun dari parameter usia, boleh lah mengesampingkan nama Van Persie yang sudah mendekati usia 30. Sedangkan kandidat-kandidat lainnya semuanya satu angkatan kelahiran 1987.
Juventus memang membutuhkan striker yang “sudah siap pakai” untuk musim depan yang padat, dan dari parameter ini hanya Van Persie yang paling memenuhi syarat. Namun kembali lagi, Giuseppe Marotta tidak akan menaikkan tawaran diatas 5 Juta Euro per musim untuknya, bahkan ke angka 7 Juta Euro per musim yang diminta oleh Van Persie sendiri.
Namun menilik kembali rencana jangka panjang sesuai yang digariskan oleh Presiden Andrea Agnelli, tentunya lebih bijaksana membidik striker yang lebih muda dan masuk ke rencana jangka panjang Juventus pula, yang tentunya ada pada diri 4 striker muda sisanya. Memaksa De Laurentiis untuk menurunkan harga Cavani terlihat bukan hal mudah, apalagi ke klub rival. Pernyataan Higuain untuk bertahan sudah bisa dianggap tidak masuk hitungan dan menutup negosiasi dengan Real Madrid. Dan kandidat yang lebih berpeluang tentunya ada pada Dzeko dan Suarez. Yang satu termarginalkan oleh pelatihnya sendiri dan satunya lagi klubnya dalam krisis dan tidak bermain di Eropa. Terlepas dari bombardir media yang terus mendengungkan nama Cavani dan Van Persie yang diminta oleh Pelatih Conte, bisa saja sebelum akhir Agustus nanti Giuseppe Marotta membuat kejutan dengan membawa ke Turin salah satu dari dua striker yang disebut sebelumnya ini. Who knows? (js)

