Tuesday, 08 May 2012 14:40

Review Cagliari vs Juventus : "Benvenuto Scudetto!"

Written by 
Rate this item
(4 votes)
Euforia Scudetto Euforia Scudetto juventus.com

Aku berada di lingkaran itu. Udara terasa bersahabat, dingin menjadi teman, dan seraknya suara menjadi saudara. Kursi kehilangan fungsi seiring tak ada satu pun yang duduk lagi. Berdiri, bergoyang, berteriak, dan terharu. Semua ekspresi itu puncak dari enam tahun tanpa suara. Satu dan lain berangkulan, melompat bersama, merasakan ada energi positif yang saling diberikan ketika kegembiraan ini terluapkan bersama saudara seperjuangan. Kini, siapa lagi yang akan menghentikan kami? Tidak ada! Karena lagu Campione..Campione.. telah merambat dari gelombang suara yang memecahkan telinga setiap musuh. Menghidupkan hati dan semangat Juventini. Semoga aku selalu bersamamu, sobat.

Tidak pernah aku merasa girang, segirang senin pagi itu, ketika Inter berhasil mencetak gol ke gawang lawan. Tidak pernah aku berharap, seberharap senin pagi itu, agar Milito tampil baik dengan seragam biru hitam. Dan tidak pernah aku bahagia, sebahagia senin pagi itu, ketika Si Ular memenangkan pertandingan. Itu semua karena kecintaan dan kerinduan untuk Juventus dan enam tahun masa sulit yang telah dilalui. Inter yang menundukkan Milan di Giuseppe Meazza menjadi salah satu faktor Juventus mengkudeta scudetto di giornata 37 serie A Italia. Itu hanya secuil keuntungan yang Juventus dapatkan, karena pada hakekatnya, Bianconeri berdiri dan berjuang di atas kaki sendiri.

Head, Heart, and Legs. Kami punya kepala dan kaki yang berfungsi sama baiknya ketika menghentikan langkah pesaing-pesaing kami. Dan kami punya kekuatan hati, terisi oleh kecintaan, motivasi, semangat juang, dan mental juara, yang tidak pernah akan dimiliki oleh mereka yang mendapatkan juara dengan mudah. Kamilah sang juara di atas lapangan. Benvenuto Scudetto!

Aku berlari terlalu jauh dengan kata-kata, hingga tidak sadar jika ini adalah review match Cagliari vs Juventus. Memang euforia kemenangan ini hampir menggilakan setiap aspek kehidupanku sekarang. Mari sobat, kita kembali ke Trieste, tepatnya di stadion Nereo Rocco, tempat bintang emas ketiga akhirnya menjadi kenyataan.

 

Komposisi dan Strategi

Cagliari turun dengan skema 4-3-3. Agazzi; Pisano, Canini, Astori, Ariaudo; Ekdal, Conti, Nainggolan; Ibarbo, Pinilla, T.Ribeiro. Cadangan : Avramov, Gozzi, Perico, Dessena, Cossu, Larrivey, Nene.

Sedangkan Juventus kembali turun dengan skema 3-5-2 setelah sebelumnya skema ini diragukan karena cideranya Paolo De Ceglie dan kembali pulihnya Simone Pepe, spesialis RWF di skema 4-3-3. Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Marchisio, Pepe; Matri, Vucinic. Cadangan : Storari, Caceres, Giaccherini, Padoin, Del Piero, Borriello, Quagliarella.

 

Persiapan

5 Mei 2012, pukul 14.00 waktu Vinovo. Conte menghadiri wawancara seputar persiapan Juventus dalam menghadapi Cagliari esok hari. Cideranya De Ceglie dan kembali pulihnya Simone Pepe dijelaskan oleh Conte dalam sesi ini. Sang Allenatore tersenyum ketika disinggung tentang berita Galliani yang masih menyimpan foto “gol hantu” Muntari. “Di handphoneku, hanya tersimpan foto anak perempuanku.” kata Conte. “Kami hanya butuh kemenangan, dan kami mempunyai kepala, hati dan kaki yang baik untuk itu. Ini adalah saat yang tepat untuk balas dendam.

16.15. Juventus mengakhiri latihan tertutup hari itu. Conte mengalami kendala untuk skema 3-5-2 karena absennya De Ceglie. Posisi ini kemungkinan akan diisi oleh Giaccherini atau Estigarribia. Sang Allenatore berpikir bahwa 3-5-2 adalah skema terbaik untuk meredam pergerakan Cossu, dibanding 4-3-3.

18.30. Juventus bersiap melakukan perjalanan ke Trieste. De Ceglie yang sedang cidera dan Milos Krasic yang hampir tidak pernah masuk skuad musim ini, ikut diboyong Conte. Pada sesi terakhir sebelum keberangkatan Bianconeri, berita posisi De Ceglie akhirnya dikonfirmasi akan diisi oleh Simone Pepe. Lichtsteiner akan tetap berada di sayap kanan.

20.45. Juventus tiba di hotel Savoia Excelsior Palace, Trieste. Disambut oleh cuaca yang sedang hujan dan angin yang cukup keras, tetapi tidak menyulutkan semangat fans Juventus untuk menyambut tim di depan hotel. Suasana ini kemudian diabadikan oleh Claudio Marchisio melalui handphone-nya (Foto ini dapat diliat di preview Cagliari vs Juventus : “Head, Heart, and Legs”). “Che accoglienza!! Grandi...” (Sambutan luar biasa!! Hebat…) ditulis oleh Il Principino di halaman facebook-nya.

23.30. Pemain istirahat untuk latihan dan pertandingan esok hari. Mirko Vucinic terlihat masih asik dengan status di facebook. “Domani conta solo vincere! Perché siamo a un passo dal sogno” (Besok hanya harus menang, ini alasan untuk satu langkah lagi menuju mimpi).

 

Pertandingan

Primo Tempo

Beberapa pelanggaran sudah terlihat dari awal babak pertama. Mengindikasikan betapa Cagliari tidak akan memberikan kemenangan yang mudah untuk Bianconeri. Pisano, Pinilla, dan Ekdal adalah pemain dibalik pelanggaran-pelanggaran tersebut. Hingga menit 5, penyesuaian dari kedua kubu terus berlangsung, saling berganti menguasai bola.

Trieste masih dirundung hujan. Begitu pula di stadion Nereo Rocco. Bulir air dari Penguasa Bumi memberikan kehidupan yang tak terhitung bagi semua, dan itu sepertinya pertanda baik. Memasuki menit 6, Mirco Vucinic terbebas dari jebakan offside yang digadang oleh Astori cs. Umpan lambung Bonucci dari sisi pertahanan Juventus tertuju ke mantan striker Roma ini, dengan sedikit sentuhan untuk menjinakkan bola, kemudian dengan ketenangan layaknya pembunuh mematikan, Vucinic sukses menjadikan Juventus unggul 1 gol. Bola itu melaju melalui sela-sela kaki Agazzi.

Selepas dari gol tersebut, Cagliari semakin liar. Benturan terjadi tidak hanya di pertahanan mereka, tetapi juga di sektor penyerangan. Puncak kekecewaan Juventini terjadi pada menit 21. Pinilla yang memang telah sering melakukan pelanggaran sejak awal, kali ini berduel udara dengan Lichtsteiner. Sang forest gump yang tidak dalam posisi ideal di udara, harus menerima benturan keras kemudian tersungkur ke tanah. Semua mata tertuju pada pemain asal Swiss ini. Pemain yang tak kenal lelah sejak bergabung bersama Juventus. Pemain yang senantiasa menjadi starting line up sebelum datangnya Caceres. Pemain yang masih menunjukkan kode jempol dan telunjuknya untuk Juventus. Tentu bukan hal yang menggembirakan jika di tengah perayaan scudetto, Lichtsteiner harus terbaring di rumah sakit.

Setelah menerima perawatan di dalam lapangan, Lichtsteiner dinyatakan tidak bisa melanjutkan pertandingan. Posisinya kemudian diganti oleh Caceres. Beruntung setelah selesainya pertandingan, kondisi Lichtsteiner dikabarkan baik, ia masih bisa mengikuti pesta scudetto. Permainan berlanjut. Memasuki menit 35, Pinilla, striker transfer terbaik dari Cagliari ini melepaskan tendangan dari luar kotak penalty. Beruntung shot ini masih melebar beberapa centi di sebelah kanan gawang Buffon. Buffon melemparkan senyum kelegaan untuk momen ini.

Tambahan waktu 4 menit di akhir babak kedua. Tambahan waktu yang cukup lama. Anak asuk Ficcadenti masih terus menggenjot serangan. Menit 47 serangan tersebut kandas di kaki Pepe, yang langsung melakukan akselerasi khasnya, melaju terus menuju jantung pertahanan Cagliari. Sayang, bola yang dishot oleh Pepe masih diblok dengan baik oleh pemain belakang klub asal Pulau Sardinia ini. babak pertama berakhir, Juventus unggul 0-1.

Secondo Tempo

Tak ada perubahan yang berarti dari kedua tim ketika memasuki babak kedua. Dua menit berjalan, Chiellini menerima kartu kuning. Saat yang bersamaan, dari Giuseppe Meazza, Milan unggul 1-2. Tiga menit kemudian, pemilik assist dan passing terbanyak dari Cagliari, Andrea Cossu masuk menggantikan T.Ribeiro. Indikasi Cagliari ingin mendapatkan poin di Trieste.

Memasuki menit 7, Cossu melakukan akselerasi ke kotak penalty Juventus. Aksi ini dihentikan oleh Chiellini. Wasit Orsato meniup pluit tanda terjadi pelanggaran. Gerakannya seperti menunjuk titik putih, tetapi beberapa detik kemudian, semuanya jelas. Kartu kuning untuk Cossu yang mencoba diving. Satu menit berselang Giaccherini masuk menggantikan Vidal. Saat yang bersamaan pula, beratus kilo dari Trieste, sebuah gol dari Milito menyamakan kedudukan. 2-2 untuk duo Milan.

Juventus masih sulit untuk membongkar pertahanan Rossoblu. Berkali-kali serangan, dan berkali-kali pula harus kandas. Alessandro Matri terhitung tidak mendapat umpan yang memanjakan dirinya. Menit 25, seperti butuh penyegaran di lini depan, Borriello masuk menggantikan pemilik 10 gol Juventus, Alessandro Matri. Tidak butuh waktu lama bagi Borriello untuk mengganggu kokohnya lini belakang Rossoblu. Menit 29, umpan manis dari sisi kanan Juventus yang dilepaskan El Pelado, Caceres, deras menuju kaki Borriello. Beberapa detik sebelum bola menghampiri kaki Marco, Canini dengan gagah menghalau umpan tersebut. Putaran bola berkehendak lain. Aliran udara di sekeliling benda resmi FIGC ini memutar dan mengecoh Agazzi. Own goal was happen. Canini was the actor of that.

Riuh rendah suara tifosi Bianconeri. Conte melompat. Hujan menjadi siraman kekuatan yang tiada henti dari Pengatur Putaran Bumi ini. Semuanya diputar dengan keindahan surgawi. Gol bunuh diri menghancurkan mental pemain Cagliari. Juventus melaju di atas angin. Puncak kegirangan allenatore Conte terjadi pada menit 35. Update skor dari kota Milan, Inter unggul 3-2. Beberapa supporter Juventus telah melompati pagar pembatas, euforia kemenangan terasa di seisi stadion.

Dua menit tambahan waktu, tapi itu sudah tak berarti apa-apa lagi. Dua menit menuju bintang emas ketiga. Pemain cadangan Juventus telah melompat berputar menyanyikan Campione..Campione.. keringat menyatu, suara bergabung, tepuk tangan menjadi senjata ampuh. Babak kedua berakhir. Cagliari (0), Juventus (2). Semua berhamburan ke dalam lapangan pertandingan. Tak ada yang ingin ketinggalan. Termasuk aku dan kamu, sobat. Benvenuto Scudetto!

 

Rating Pemain

Jika boleh, karena euforia yang menggilakan ini, ingin rasanya memberikan angka 10 untuk rating pemain, baik yang di dalam lapangan maupun yang di bangku cadangan. Tetapi mari kita fokus pada pertandingan. 

Gianluigi Buffon

6,5

Sektor depan Cagliari tanpa shot on goal, hanya beberapa shot yang masih melebar. Buffon tampil percaya diri.

Andrea Barzagli

6,5

Ketenangannya memang tiada banding. Menjaga Pinilla dengan sempurna. Passing yang ia mainkan di lini belakang sama baiknya dengan penjagaannya terhadap Pinilla.

Leonardo Bonucci

7,0

Satu assist membelah pertahanan Cagliari dengan melihat posisi Vucinic yang siap menjadi nilai lebih dari pertahanan yang begitu kuat ia galang bersama Chiellini dan Barzagli.

Giorgio Chiellini

6,5

Kata apalagi untuk sosok pemain ini. Jika Vidal, gladiator lapangan tengah, maka inilah gladiator sektor pertahanan. Cossu mendapat lawan yang tangguh.

Stephan Lichtsteiner

6,0

Sebuah insiden yang harus memaksa Lichtsteiner ditandu keluar. Tepuk tangan dari seluruh stadion mengantarnya dengan kebanggaan tanpa henti.

Arturo Vidal

6,5

Kartu kuning lagi ia dapatkan. Artinya ketika kontra Atalanta, Vidal dipastikan tak akan bermain. Tetapi seluruh perjuangannya sebelum diganti Giaccherini adalah perjuangan seorang gladiator.

Andrea Pirlo

6,5

Belum ada yang mampu menggantikan posisinya membangun lini tengah Juventus. Walaupun tanpa assist pada pertandingan ini, tetapi 87 passing yang ia lepaskan sudah cukup untuk membuktikan inilah playmaker hebat.

Claudio Marchisio

6,5

Satu shot on goal yang baik dilepaskan Il Principino, tetapi itu masih belum membuat Agazzi kewalahan.

Simone Pepe

6,5

Pepe sering bermain tanpa teman, kelihatan egois, tapi itulah keunggulan dirinya yang dibutuhkan Conte. Ia berbeda dengan pemain lain. Dua shot on goal berhasil ia lepaskan.

Alessandro Matri

6,0

Matri tidak pernah melepaskan satu shot pun di pertandingan ini. Jika dilihat, ini lebih pada tak ada umpan bagus yang datang untuk dirinya.

Mirco Vucinic

7,0

Permainan menarik dari Mirco. Beberapa peluang ia dapatkan, walaupun kandas, tetapi tidak untuk sebuah gol di menit 5.

Martin Caceres

7,0

Datang dari bangku cadangan, tetapi ia mampu menunjukkan kemampuan sama baiknya dengan Lichtsteiner. Sebuah “assist” untuk Canini.

Emanuele Giaccherini

6,0

Pemain ini unik, dan memang begitulah tim Juventus sekarang ini. Akselerasi dan mematahkan serangan lawan sama baiknya, beradu fisik walaupun kecil. Giaccherini membuktikan dialah pilihan tepat, tengah dan sayap Juventus.

Marco Borriello

6,5

Perubahan ia bawa ketika masuk menggantikan Matri. Borriello memang pantang menyerah. Semangatnya untuk menggalang serangan yang lebih baik terus ia berikan.

 

Statistik Keseluruhan

Cagliari

 

Juventus

0

Goal

2

44,1%

Ball Position

55,9%

0

Shot on Goal

7

4

Shot Wide

4

3

Offside

4

2

Corner

6

16

Dribbling

17

358

Passing

459

12

Crossing

15

13

Fault

17

3

Yellow Card

3

0

Red Card

0

 

Benvenuto Scudetto!

Tanpa mengesampingkan giornata terakhir menjamu Atalanta di Juventus stadium, saat ini Bianconeri telah resmi mendapatkan scudetto musim 2011/2012. Puncak untuk melihat Juventus berpesta dengan piala serie A Italia akan terjadi hari Minggu nanti. Terima kasih untuk Conte. Terima kasih untuk seluruh pemain. Terima kasih untuk seluruh manajemen Juventus. Dan terima kasih untuk seluruh Juventini di seluruh dunia. Kita juara, sobat. Let’s party! Campioni d’Italia. (alk)

Read 1634 times Last modified on Tuesday, 08 May 2012 14:47
anaklamakera

Juventus isn't priority in our life but a part in our heart which couldn't be separated by anything, forever!

Social Profiles

551 comments

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.

Ads

Ads

Our Partners

    

RSS Feed