20 Mei 2012 pukul 7 malam waktu Italia. Bertempat di Stadion Olimpico Roma, Juventus akan kembali menghadapi Napoli untuk ketiga kalinya dalam musim ini guna melanjutkan mimpi meraih bintang perak pertama sepanjang sejarah seluruh klub yang berada di tanah Italia. Juventus masih dalam euforia scudetto ketiga puluh. Setelah 6 tahun puasa gelar kemudian musim ini Juventus bangkit kembali dengan raihan sukses tak terkalahkan sepanjang satu musim. Tentu akan menjadi sempurna jika Bianconeri mampu melengkapi itu dengan juara Coppa Italia untuk kesepuluh kalinya di kota Roma nanti.
Di Indonesia, pertandingan akbar yang dinanti-nanti oleh seluruh Juventini tanah air akan berlangsung pada Senin 21 Mei 2012, pukul 2 dini hari. Segala kreativitas, dukungan, do’a, dan pengumpulan massa mewarnai persiapan-persiapan di setiap chapter yang mengadakan nonton bareng final coppa ini. tentu, semua harapan ingin kita semua salurkan dalam konvoi untuk kedua kalinya setelah sebelumnya telah mengarak trophy scudetto beberapa waktu lalu.
Mimpi telah datang di depan mata. Kekuatan yang diperlukan sekarang adalah bangun sadarkan diri dan wujudkan semuanya menjadi kenyataan. Inilah tahun kebangkitan. Tahun di mana seluruh warna bergerak menjadi satu untuk Bianconeri. Tahun di mana keperihan akan dahaga gelar harus bisa terlegakan dengan air segar juara. Tahun di mana, Juventus akan meraih double winner!
Prestasi Coppa Italia
Coppa Italia memang merupakan kancah kedua setelah serie A, akan tetapi raihan trophy ini menegaskan akan klub yang menjadi raja di Italia pada musim tersebut. Kompetisi ini diikuti oleh 78 klub yang bernaung di bawah liga resmi FIGC. 36 klub dari Lega Pro dan Serie D, 22 klub dari Serie B, dan 20 klub dari Serie A. Hal ini menjadikan Coppa Italia adalah ajang kejuaraan dengan peserta tim paling banyak di Italia. Juventus dan Napoli sendiri bergabung dalam ajang ini pada fase kedua, yaitu putaran 16 besar karena termasuk 8 besar klasemen Serie A pada musim sebelumnya.
Untuk raihan juara, Juventus dan Roma adalah klub yang sejauh ini memiliki raihan terbanyak Coppa Italia, yaitu 9 kali. Bianconeri meraih 9 gelarnya pada musim 1937/1938, 1941/1942, 1958/1959, 1959/1960, 1964/1965, 1978/1979, 1982/1983, 1989/1990, dan 1994/1995. Dilihat dari musim-musim tersebut maka musim ini merupakan jeda paling lama untuk Juventus jika mampu meraih gelar Coppa Italia kesepuluhnya, yaitu 17 tahun.
Dari kesembilan musim raihan trophy Coppa Italia tersebut Juventus berhasil mengawinkan scudetto dan Coppa pada musim 1958/1959 dan 1994/1995. Di mana pada tahun terakhir Bianconeri juara Coppa, Alessandro Del Piero ikut menjadi bagian dari tim. Kita semua tentu berharap, Il Pinturicchio mampu kembali mengawinkan scudetto dan Coppa pada musim ini.
Kubu Napoli telah mengoleksi 3 juara Coppa Italia pada musim 1961/1962, 1975/1976, dan 1986/1987. Partenopei melakoni laga final sebanyak 8 kali, di mana final terakhir mereka terjadi pada tahun 1997, tetapi takluk oleh Vicenza yang keluar sebagai juara. Oleh karena itu wajar jika pemerintah Naples sangat mendukung untuk final kali ini, karena 25 tahun tak pernah lagi merasakan raihan gelar dari ajang Coppa Italia.
Pelatih
Antonio Conte terus mencatatkan rekor sejak menjadi pelatih Juventus Agustus tahun lalu. Torehan rekor yang baru saja dibuat adalah 38 kali unbeaten di kancah Serie A. Saat ini tentu Conte ingin mengejar prestasi Ljubisa Brocic dan Marcello Lippi yang mampu mengawinkan gelar Scudetto dan Copa dalam satu musim. Latihan yang sudah dimulai Conte dari tanggal 16 Mei lalu menegaskan bahwa Juventus memang akan berjuang habis-habisan untuk meraih bintang perak pertama ini.
Walter Mazzari merupakan sosok yang menjadi era kebangkitan Napoli beberapa tahun belakangan ini. menangani Partenopei sejak tahun 2009 menggantikan Roberto Donadoni, ia berhasil membawa klub asal kota Naples ini menduduki posisi 6 klasemen dan bermain di Europe League pada tahun berikutnya. Manajemen kemudian bergerak cepat dengan mengontrak laki-laki kelahiran San Vincenzo ini dengan durasi 3 tahun. Keajaiban tangan Mazzari berlanjut dengan membawa Napoli berlaga di Champions League pada tahun ini setelah finish tiga besar pada tahun lalu. Dan musim ini, Napoli dibawah asuhannya kembali menegaskan diri sebagai klub 5 besar Italia.
Komposisi dan Strategi
Juventus kemungkinan akan turun dengan formasi 3-5-2 dengan dua pemain didaftar cidera yaitu Giorgio Chiellini dan Paolo De Ceglie. Tempat Chiello akan diisi oleh Caceres dan tempat De Ceglie akan diperebutkan oleh Estigarribia dan Giaccherini. Untuk sektor tengah, Conte akan tetap dengan nama MVP. Hal menarik adalah di sektor depan, seperti yang diketahui bahwa ini adalah laga terakhir Del Piero untuk Juventus, sehingga kemungkinan besar Il Pinturicchio akan turun sejak menit pertama dengan ban kapten di lengannya. Di bawah mistar Juventus, pilihan akan jatuh pada Marco Storari karena memang dialah yang menjadi pilihan utama Conte untuk ajang Coppa Italia.
Formasi lengkapnya (3-5-2) : Storari; Barzagli, Bonucci, Caceres; Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Marchisio, Estigarribia; Del Piero, Vucinic. Cadangan : Buffon, Pepe, Padoin, Giaccherini, Quagliarella, Borriello, dan Matri.
Napoli tentu mengandalkan trisula maut mereka, dengan Edinson Cavani sebagai pendobrak utama. Kemungkinan formasi yang turun adalah 3-4-3, formasi andalan dari Mazzari. De Sanctis di bawah mistar Napoli dengan kawalan tiga bek. Hanya satu pemain yang cidera dari Partenopei, yaitu Donadel.
Formasi lengkapnya (3-4-3) : De Sanctis; Campagnaro, Cannavaro, Aronica; Maggio, Inler, Dzemaili, Zuniga; Hamsik, Cavani, Lavezzi. Cadangan : Rosati, Fernandez, Britos, Dossena, Grava, dan Pandev.
Head to Head Pemain
Portiere. Walaupun menjadi penjaga gawang nomor dua di Juventus, Marco Storari tetap penjaga gawang yang tangguh. Penampilannya selama Coppa dan Serie A musim ini memberikan rasa aman gawang Juventus. 3 kali menjadi starting line up di Coppa maupun Serie A. Di ajang Coppa sendiri, sosok Storari menjadi bintang lapangan membawa Juventus hingga partai final kali ini.
Morgan De Sanctis. Napoli menurunkan penjaga gawang nomor satu mereka. Total 48 kali memperkuat Partenopei di semua ajang musim ini (Serie A, Champions, Coppa). De Sanctis adalah sosok penjaga gawang dengan tingkat konsentrasi yang cukup baik di dunia. Jikalau masa emasnya tidak bersama dengan Buffon, mungkin dialah yang akan menjadi kiper nomor satu Italia.
Difensori. Absennya Chiellini jelas menjadi nilai kurang dari kubu pertahanan Juventus, karena Chiellini merupakan pemain belakang yang paling sering meredam serangan lawan, apalagi jika bertemu dengan trisula Napoli. Bianconeri juga belum pernah turun tanpa Chiellini selama musim ini. Pertandingan nanti Caceres akan bertemu dengan Hamsik, Barzagli dengan Lavezzi, dan pekerjaan berat menunggu Bonucci untuk menjaga Cavani.
Tiga bek dari Napoli bernaung pemain-pemain berumur 30an. Hal ini tentu dapat dimanfaatkan oleh Lichtsteiner dan Estigarribia yang mempunyai kecepatan lari yang baik. Hugo Campagnaro menjadi kunci pengawalan lini belakang Napoli. Kelebihannya dalam memotong bola dan berduel sangat baik. Hal ini kemudian disempurnakan dengan Paolo Cannavaro yang berkemampuan baik dalam memblok serangan lawan.
Centrocampisti. Marchisio, Vidal, Pirlo. Motor serangan Juventus yang tak tergantikan. Setelah mencatatkan sebagai pemain dengan assist terbanyak di Serie A musim ini, Pirlo menegaskan keinginannya untuk mengangkat trophy Coppa bersama Juventus. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Marchisio. Pirlo juga merupakan pemain di kancah dunia yang memiliki passing akurat terbanyak untuk musim ini.
Napoli tidak kalah hebatnya di area tengah. Christian Maggio, pemain dengan assist 6 kali selama musim ini menjadi otak serangan dan distribusi bola ke trisula Napoli. Hal ini diperkuat dengan Gokhan Inler dan Blerim Dzemaili yang mempunyai long shot bagus dari luar kotak penalty. Belum lagi Juan Zuniga yang mempunyai kecepatan akselerasi dan finishing yang tak kalah dengan trisula Napoli. Trio MVP kembali akan menemukan perjuangan sengit di sektor tengah menghadapi Napoli nanti.
Attacanti. Del Piero mempunyai semangat dan motivasi yang tak tertandingi oleh siapa pun di pertandingan senin dini hari nanti. Keinginan mengawinkan gelar dan memberikan yang terbaik sebelum pindah pada musim depan menjadi motivasi yang akan berjalan lurus dengan penampilannya nanti. Selain sisi itu, melengkapi 14 kali tampilan Juventus di final Coppa, Bianconeri juga mempunyai striker dingin nomor punggung 14, Mirco Vucinic. Pengalamannya meraih dua Coppa sebelum bersama Juventus menjadi modal penting kali ini.
Trisula Napoli. Hamsik, Cavani, dan Lavezzi. Mereka boleh sedikit bernafas lega dengan tidak hadirnya Chiellini, tetapi Caceres juga bukan lawan yang mudah. Asalkan trio MVP mampu meredam 4 pemain tengah Napoli, trisula ini tidak akan begitu berbahaya. Penjagaan pada Cavani harus mampu dilakukan dengan baik oleh Bonucci. Torehan 23 gol di Serie A musim ini jelas membuktikan betapa suburnya pemain asal Uruguay ini.
5 Pertandingan Terakhir
|
Giornata |
Napoli |
Juventus |
||
|
38 |
Napoli (2) |
(1) Siena |
Juventus (3) |
(1) Atalanta |
|
37 |
Bologna (2) |
(0) Napoli |
Cagliari (0) |
(2) Juventus |
|
36 |
Napoli (2) |
(0) Palermo |
Juventus (1) |
(1) Lecce |
|
35 |
Roma (2) |
(2) Napoli |
Novara (0) |
(4) Juventus |
|
34 |
Lecce (0) |
(2) Napoli |
Cesena (0) |
(1) Juventus |
5 Pertemuan Terakhir
|
Tanggal |
Turnamen |
Home |
Away |
|
02/04/12 |
Serie A |
Juventus (3) |
(0) Napoli |
|
30/11/11 |
Serie A |
Napoli (3) |
(3) Juventus |
|
23/05/11 |
Serie A |
Juventus (2) |
(2) Napoli |
|
10/01/11 |
Serie A |
Napoli (3) |
(0) Juventus |
|
26/03/10 |
Serie A |
Napoli (3) |
(1) Juventus |
Pertemuan kedua tim telah berlangsung sebanyak 27 kali dengan 13 kemenangan milik Juventus dan 8 seri. Enam kemenangan Napoli atas Juventus, terjadi 5 kali saat bermain di Naples sedangkan Juventus berhasil meraih 4 kali menang ketika berlaga di luar Turin. Dari statistik ini, maka Napoli sedikit lebih mudah dikalahkan jika berlaga di luar kandang.
Pemimpin Pertandingan
Christian Brighi dari Cesena dikonfirmasi akan memimpin pertandingan final Coppa nanti. Niccolai dan Copelli akan membantu sebagai hakim garis serta Bergonzi akan bertindak sebagai wasit keempat.
Prediksi
Juventus punya mimpi, punya semangat, punya motivasi. Rekor untuk menjadi klub Italia yang meraih bintang perak pertama terus didengungkan oleh berbagai tifosi Bianconeri. Saat ini kesempatan terbuka lebar untuk mewujudkan itu semua. Napoli juga akan habis-habisan. 25 tahun puasa gelar dan dengan dukungan penuh pemerintah Naples menjadikan mimpi Partenopei melaju dalam semangat yang tinggi.
Bursa judi menjagokan Juventus unggul dengan 1 gol. Prediksi dari penulis sendiri kemungkinan drama adu penalty akan terjadi. Jika hal ini terjadi maka Storari akan sangat berperan penting. Kemampuannya yang memang tergolong hebat dalam adu penalty akan beruji dengan kemampuan De Sanctis yang tidak terlalu bagus dalam adu penalty. Conte telah mempersiapkan ini semua. Latihan Juventus telah disisipi dengan eksekusi penalty dari setiap pemain.
Semoga Juventus mampu meraih mimpi dan memberikan perpisahan yang terbaik untuk Alessandro Del Piero. Fino Alla Fine Forza Juventus! (alk)

