Hingga giornata ke-22 lalu (05/02), tim masih memperpanjang rekor imbattibile alias tak terkalahkan. Meskipun perlu digarisbawahi bahwa terlalu banyaknya hasil seri membuat selisih poin dengan AC Milan tidak banyak. Yang mana i rossoneri sendiri boleh dikata penampilannya masih naik turun.
Menengok hasil mercato invernale medio Januari ini, tidak banyak gebrakan yang dibuat oleh manajemen. Berkali-kali blunder yang dibuat Leonardo Bonucci dijawab manajemen dengan mendatangkan José Martin Caceres. Kedatangannya dinilai dapat mengembalikan posisi Giorgio Chiellini ke central back lagi. Sehingga dia dapat berselang-seling dengan Paolo De-Ceglie dan Stephan Lichtsteiner untuk mengisi posisi wing-back. Mengingat pemain berkebangsaan Uruguay ini sangat fleksibel untuk ditempatkan di berbagai posisi defender.
Beralih ke lini tengah, perlu seorang regista yang dapat berselang-seling dengan Andrea Pirlo. Pemain ini sudah sangat dipaksakan untuk bermain penuh terus di setiap partai. Kedatangan Simone Padoin memang tidak disangka-sangka sejak jeda mercato Januari ini dibuka. Tidak terlalu muda lagi, namun saat pelatih Antonio Conte menangani Atalanta, pemain ini cukup menjadi andalannya. Setidaknya gelandang ini dapat menjadi alternatif untuk didampingi oleh Claudio Marchisio dan Arturo Vidal.
Beranjak ke lini depan, kedatangan Marco Borriello masih dipandang sebelah mata oleh publik Turin. Senyatanya tim memang butuh seorang attaccante yang benar-benar dapat menjadi penentu hasil. Banyaknya hasil seri, rendahnya produktivitas gol tim saat ini bahkan lebih sedikit dengan tim yang posisi klasemen ada di bawahnya sudah jelas menjadi persoalan lini depan tim.
Para Juventini boleh jadi kecewa, namun dana mercato yang ada memang belumlah cukup untuk membeli pemain-pemain kelas satu. Tidak fair pula jika menyalahkan Giuseppe Marotta, karena dia juga sudah berusaha sebagaimana mestinya mensuplay kebutuhan tim. Perlu digarisbawahi, pada mercato invernale ini sang direktur olahraga ini telah berhasil membuang pemain-pemain yang sudah tidak lagi dibutuhkan oleh tim. Hengkangnya Carvalho Amauri, Vincenzo Iaquinta, dan Luca Toni membantu keseimbangan neraca keuangan klub terkait beban gaji pemain.
Minimal sampai giornata ke-22 pekan lalu, sang allenatore sudah cukup banyak membuat keajaiban, menorehkan rekor baru, mengembalikan mental tim, dan semua Juventini sudah dapat membicarakan peluang scudetto. Setidaknya, harapan itu ada. js

