anaklamakera
Juventus isn't priority in our life but a part in our heart which couldn't be separated by anything, forever!
Social Profiles
TwitterPreview Juventus vs Nordsjaelland "No Win, No Champions League"
Masih ada yang berduka hari ini? Kekalahan yang pahit terasa memang di akhir pekan kemarin, selain karena langkah Juventus harus terhenti di 49 pertandingan tak terkalahkan, yang membuat lebih menyesakkan adalah langkah itu terhenti di kaki anak-anak Moratti, Inter Milan. Inilah kenyataan, sobat. Jika kita tidak melewati saat-saat seperti ini, dari mana lagi kita belajar untuk lebih dewasa? Bukankah kita pernah mengalami hal yang lebih pahit dari ini ketika 2006 silam? Keep spirit, gentlemen!
Mengutip dari twitter @JUVE_KJTS yang ditulis tepat di pagi hari setelah kekalahan pekan kemarin, “Hari ini ane gak mau membahas smwa tentang pertandingan semalam. Knapa? Bukan Malu, Marah atau gmna, tp ane mau Mencoba move on!! Smangat!”
No Win, No Champions League. Itulah judul salah satu artikel yang dimuat oleh football-italia mengangkat pernyataan Il Difensore Bianconeri, Leonardo Bonucci. Saatnya menatap ke depan. Sudah ada FC Nordsjaelland yang datang mengadu nasib di Juventus stadium dini hari nanti. Pertandingan ini akan menjadi sangat penting untuk Juventus, karena seperti kata Bonucci tadi, jika tidak menang maka Juventus tutup buku dari harapan Champions League musim ini.
Pertandingan Juventus vs Nordsjaelland akan berlangsung di Juventus Stadium, tanggal 8 November 2012 dini hari pukul 02.45 WIB. Sebelum memasuki preview pertandingan, saya berdoa semoga teman-teman Juventini di manapun berada bisa mengakses streaming dengan lancar dini hari nanti. Semoga Juventus kita meraih kemenangan.
Peringkat dan Target
Juventus masih tertatih di peringkat 3 di bawah Shakhtar Donetsk dan Chelsea dengan mengoleksi poin 3. Hasil dari tiga kali imbang di pertandingan sebelumnya. Juventus datang di Champions League tahun ini dengan jumawa dari pentas serie A musim sebelumnya. Wajar jika target Juventus di CL paling tidak bisa mengecap kembali fase 4 besar seperti musim 2002/2003.
Nordsjaelland tidak lebih baik dari Bianconeri, hingga saat ini mereka baru menghasilkan 1 poin, didapatkan dari hasil imbang ketika menjamu Juventus di Denmark. Klub yang berdiri 1 Januari 1991 ini pertama kali mencatatkan nama sebagai peserta CL pada musim 2012/2013 ini. Mereka datang dengan title juara liga Denmark, yang tentunya sangat berharap untuk bisa lolos ke fase knock out, tetapi harapan itu sangat tipis sekarang jika melihat dari raihan poin mereka.
Pelatih
Ini akan menjadi pertandingan kedua Angelo Alessio dalam mendampingi Juventus di partai CL, dan tentu Conte juga telah banyak mengoreksi kekurangan Bianconeri dalam fase pertama CL. Ditambah dengan kekalahan kemarin di Juventus Stadium membuat semakin banyak masalah yang harus diperbaiki. Conte meramu semua itu, dan Alessio menyajikan di lapangan untuk kita. Sepasang sahabat yang pernah bersama di Juventus sebagai pemain di musim 1991 ini menjadi tumpuan harapan di partai dini hari nanti.
Kasper Hjulmand, pelatih FC Nordsjaelland berkebangsaan Denmark dengan usia yang lebih muda 3 tahun dari Antonio Conte. Hjulmand telah bekerja untuk The Wild Tigers sejak 2008 lalu sebagai asisten pelatih kemudian pada tahun 2011 diangkat menjadi pelatih kepala. Artinya, jika dilihat dari kacamata ini maka pertandingan dini hari nanti adalah pertarungan antara dua orang yang pernah menjadi asisten pelatih. Hjulmand memiliki reputasi yang cukup bagus, karena di tahun pertamanya melatih FCN, ia langsung mempersembahkan gelar juara Liga Denmark.
Komposisi Pemain
Juventus mempersiapkan 24 pemain untuk menjamu Nordsjaelland seperti yang dilansir oleh juventus.com sebagai berikut : Buffon, Lucio, Chiellini, Caceres, Pogba, Marchisio, Vucinic, De Ceglie, Giovinco, Barzagli, Bendtner, Bonucci, Padoin, Pirlo, Asamoah, Vidal, Giaccherini, Lichtsteiner, Quagliarella, Storari, Matri, Isla, Rubinho, dan Marrone.
Juventus kemungkinan akan kembali turun dengan formasi 3-5-2 dengan Buffon, Chiellini-Bonucci-Barzagli, De Ceglie-Pogba-Pirlo-Vidal-Isla, Quagliarella-Giovinco. Vucinic diragukan untuk diturunkan dari awal pertandingan.
The Wild Tigers turun dengan formasi 4-2-3-1 dengan Hansen, Parkhurst-Okore-Runje-Mtiliga, Adu-Stokholm, Lorentzen-Nordstrand-John, dan Beckmann.
Pemain Kunci
Jika Paul Pogba dimainkan dari awal pertandingan sesuai dengan prediksi maka Juventus mempunyai senjata tersembunyi yang ada pada dirinya, selain Andrea Pirlo yang menjadi jendral lapangan tengah. Pogba memang belum sebaik Pirlo dalam membangun serangan, akan tetapi moral yang naik setelah menjadi man of the match kontra Bologna lalu akan menjadi motivasi tersendiri untuk mantan pemain Manchester United ini. Shooting yang akurat dari luar kotak penalty tentu akan menjadi solusi bagus untuk mengejar gol sedini mungkin di pertandingan nanti. Pogba juga mempunyai akurasi passing yang tidak kalah baik dengan Pirlo (86%), yaitu 84% (whoscored.com)
Kemungkinan FCN akan bermain defensif sangat besar, karena mereka tidak ngotot mengejar kemenangan seperti Juventus, sehingga nama pemain yang akan muncul sebagai pemain kunci mereka adalah pemimpin lini belakang, Jores Okore dan penjaga gawang Jesper Hansen. Okore mempunyai kemampuan clearance area penalty yang cukup baik, ditambah dengan kepiawaian Hansen dalam menjaga keperawanan gawangnya. Di partai menjamu Bianconeri di Denmark lalu, Hansen terpilih sebagai man of the match. Satu lagi nama yang akan menjadi titik kawalan Chiellini dkk adalah Mikkel Beckmenn. Ia memang baru mencetak 1 gol di ajang CL tetapi gol tersebut ia ciptakan lewat set piece indah yang tidak mampu dijangkau Buffon. Juventus harus berhati-hati dengan ini.
5 Pertandingan Terakhir
|
Tanggal |
Juventus |
FC Nordsjaelland |
||
|
03/11/12 |
Juventus (1) |
(3) Inter Milan |
SonderjyskE (1) |
(2) FCN |
|
31/10/12 |
Juventus (2) |
(1) Bologna |
FCN (2) |
(3) Midttjylland |
|
28/10/12 |
Catania (0) |
(1) Juventus |
FCN (1) |
(0) Aab * |
|
23/10/12 |
FCN (1) |
(1) Juventus |
FCN (1) |
(1) Juventus |
|
20/10/12 |
Juventus (2) |
(0) Napoli |
FCN (3) |
(0) Silkeborg ** |
*FCN vs Aab pada tanggal 26/10/12 dan **FCN vs Silkeborg pada tanggal 19/10/12
Pemimpin Pertandingan
Dilansir oleh soccerway.com, wasit yang akan memimpin pertandingan adalah Aleksandar Stavrev berkebangsaan Macedonia. Stavrev akan dibantu oleh tiga wasit asal Macedonia juga yaitu Marjan Kirovski dan Dejan Kostadinov sebagai hakim garis dan Dusko Miloseski sebagai wasit keempat.
Prediksi
Juventus jelas dalam keadaan lebih tertekan dibanding dengan tim tamu, karena kebutuhan kemenangan pada pertandingan ini adalah mutlak harus terjadi. Luka kekalahan oleh Inter Milan pada akhir pekan lalu dihadapan pendukung sendiri tentu masih membekas dengan jelas di setiap punggawa Juventus. Tim asuhan Conte jelas akan mencari gol sedini mungkin. Serangan bertubi-tubi akan tersaji dari menit awal pertandingan. Lini depan Juventus akan menjadi jawabannya.
FC Nordsjaelland sendiri tentu tidak mau menjadi tim penggembira saja di pentas CL pertama mereka. Walaupun harapan untuk lolos ke fase selanjutnya sudah tertutup tetapi meraih poin dari tim sekelas Juventus tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri. Jika mampu finish di posisi 3 klasemen grup maka perjuangan mereka masih bisa berlanjut di Europe league.
Berdasarkan dengan apa yang telah dibahas di atas maka saya pribadi mengunggulkan Juventus untuk dapat memenangkan pertandingan, paling tidak dengan selisih dua gol, tetapi tidak ada salahnya jika berharap Juventus bisa menang dengan margin gol lebih besar lagi, karena itu akan semakin membuka peluang untuk lolos ke fase berikutnya. No win, No Champions League! Forza Juve! (alk)
Preview Juventus vs Inter "1 langkah menuju 50 Unbeaten"
Setelah menjamu Bologna mid-week kemarin, kini punggawa Juventus kembali bersiap menjamu ular biru hitam, Inter Milan. Masih dalam suasana perayaan ulang tahun Juventus ke 115, sepertinya menjadi waktu yang tepat untuk para pemain bersama pelatih memberikan hadiah dengan mengalahkan Inter Milan. Partai Juventus vs Inter Milan akan berlangsung pada Minggu dini hari, 4 November 2012 pukul 01.45 WIB. Partai ini akan live di TVRI, menjalin persatuan dan kesatuan.
Peringkat dan Target
Juventus masih kokoh di puncak klasemen hingga giornata 10 dengan mengumpulkan 28 poin dari 30 poin maksimal yang bisa didapat. Selisih 4 poin dengan Inter Milan di posisi dua. Merangseknya Inter secara perlahan-lahan di 6 giornata terakhir yang disudahi mereka dengan kemenangan 100% memang membuat persaingan scudetto tidak hanya milik Juventus atau Napoli. Inter kini datang dengan fokus yang lebih baik.
Pelatih
Angelo Alessio tetap akan menjadi sosok di pinggir lapangan pertandingan hingga Antonio Conte terbebas dari hukuman FIGC. Dengan kemenangan menjamu Bologna di partai mid-week kemarin maka Alessio selalu memenangkan pertandingan sejak ia menangani partai Juventus vs Napoli.
Stramaccioni datang dari sisi yang hampir sama. Pelatih yang pernah menjuarai NextGen series 2011/2012 bersama primavera Inter Milan ini sudah melakoni 6 laga di Serie A dengan kemenangan sempurna. Bahkan jika ditambah dengan performa Inter Milan di kancah Europe League maka Nerazzuri sudah membukukan 8 kemenangan beruntun. Dari statistik inilah, wajar jika Stramaccioni dan beberapa pemain Inter lainnya sesumbar di media akan mengalahkan Juventus di Turin.
Komposisi Pemain
Kemarin, 2 Novemver 2012, Antonio Conte telah mengumumkan 24 nama pemain yang dipersiapkan untuk menjamu Inter Milan seperti yang dilansir oleh juventus.com. berikut nama-nama pemain tersebut : Buffon, Lucio, Chiellini, Caceres, Pogba, Marchisio, Vucinic, De Ceglie, Giovinco, Barzagli, Bendtner, Bonucci, Padoin, Pirlo, Asamoah, Vidal, Giaccherini, Lichtsteiner, Quagliarella, Storari, Matri, Isla, Rubinho, Marrone.
Kemungkinan Juventus akan turun dengan formasi 3-5-2. 3 benteng pertahanan diisi oleh Chiellini, Bonucci, dan Barzagli. 5 pemain tengah Asamoah, Marchisio, Pirlo, Vidal, dan Lichtsteiner, serta dua ujung tombak di depan Vucinic dan Giovinco.
Inter kemungkinan akan turun dengan 3-5-1-1, mirip dengan pendekatan 3-5-2 nya Juventus. 3 benteng mereka diisi oleh Ranocchia, Samuel, dan Juan Jesus. 5 pemain tengahnya diisi oleh Zanetti, Guarin, Gargano, Cambiasso, dan Nagatomo, serta dua ujung tombak mereka Palacio dan Milito.
Pemain Kunci
Juventus tetap mengandalkan Andrea Pirlo sebagai tokoh sentral pembangun serangan. Selain itu, lini kedua Bianconeri yang diisi oleh Marchisio dan Vidal akan memberikan tekanan berbeda pada Inter. Sejauh ini Pirlo sudah mengoleksi 2 kali man of the match dalam partai kontra Roma dan Siena.
Inter mempunyai Diego Milito yang belum habis kesuburannya. Di samping itu Nerazzuri juga masih mempunyai Antonio Cassano dan Palacio. 3 striker ini sudah mengoleksi 12 gol, dengan Milito dan Cassano masing-masing 5 gol dan Palacio 2 gol. Finishing dan Heading adalah keahlian yang dimiliki seorang Milito. Bahkan di dua partai serie A sebelum ini, Milito terus mencatatkan namanya di papan skor.
5 Pertandingan Terakhir
|
Giornata |
Juventus |
Inter |
||
|
10 |
Juventus (2) |
(1) Bologna |
Inter (3) |
(2) Sampdoria |
|
9 |
Catania (0) |
(1) Juventus |
Bologna (1) |
(3) Inter |
|
8 |
Juventus (2) |
(0) Napoli |
Inter (2) |
(0) Catania |
|
7 |
Siena (1) |
(2) Juventus |
AC Milan (0) |
(1) Inter |
|
6 |
Juventus (4) |
(1) Roma |
Inter (2) |
(1) Fiorentina |
5 Pertemuan Terakhir
|
Tanggal |
Turnamen |
Home |
Away |
|
26/03/12 |
Serie A |
Juventus (2) |
(0) Inter |
|
30/10/11 |
Serie A |
Inter (1) |
(2) Juventus |
|
14/02/11 |
Serie A |
Juventus (1) |
(0) Inter |
|
04/10/10 |
Serie A |
Inter (0) |
(0) Juventus |
|
17/04/10 |
Serie A |
Inter (2) |
(0) Juventus |
Pemimpin Pertandingan
Paolo Tagliavento dikonfirmasi akan menjadi wasit dapal partai ini. Ini adalah kali kedua Tagliavento menjadi wasit di pertandingan Juventus, setelah sebelumnya adalah pada bulan September ketika Juventus bertemu Fiorentina. Di bawah kepemimpinannya Juventus berhasil menang 6 kali, seri 5 kali, dan kalah 6 kali.
Tagliavento akan dibantu oleh Fabiano Preti dan Andrea Marzaloni sebagai hakim garis, dan Marco Barbirati sebagai wasit keempat.
Prediksi
Juventus telah melakoni 49 laga tak terkalahkan di ajang Serie A. Di empat pertandingan terakhir, Juventus berhasil memenangkan pertandingan pada full time walaupun sebelumnya imbang di half time. Inter juga tak kalah bagus, 6 pertandingan terakhir di Serie A, disapu bersih oleh mereka dengan 6 kemenangan, bahkan di 5 pertandingan terakhir mereka berhasil unggul baik di half time maupun full time. Statistik yang menunjukkan 3 pertemuan terakhir keduanya berhasil dimenangkan oleh Juventus adalah hal yang cukup baik untuk mengawali pertandingan dini hari nanti. Satu langkah lagi menuju 50 kali unbeaten.
Prediksi saya, 2-0 untuk kemenangan Juventus. Forza Juventus! (alk)
Preview Juventus vs Bologna "115 yang Berbekas"
Setelah kembali dari pulau Sisilia membawa 3 poin yang sangat berarti, kini para punggawa Bianconeri harus melakoni laga tandang menjamu Bologna. Pertandingan ini akan disiarkan live TVRI pada kamis dini hari pukul 02.45 WIB, 1 November 2012. Is there something special at this day? Yuph! Tepat dengan ulang tahun ke 115 Juventus. Hadiah apa yang paling cocok diberikan punggawa Juventus dinihari nanti? Cukup satu, Victory! Sebelum itu, mari kita simak prediksi pertandingannya.
Peringkat dan Target
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Juventus tentu ingin terus menjaga jarak dengan urutan kedua klasemen, Napoli. Bianconeri telah melakoni 9 laga, mengumpulkan 25 poin, dan kokoh bertengger di puncak klasemen hingga menjelang giornata 10 kamis dini hari nanti. Melihat dari pencapaian musim lalu dan start yang bagus dari Lavecchia Signora musim ini, maka scudetto di akhir musim adalah harapan dari seluruh punggawa klub beserta Juventini di seluruh dunia.
Bologna FC datang dari sisi yang berbeda. 9 partai yang telah mereka lalui sejauh ini, 6 di antaranya takluk di kaki lawan dan hanya mengumpulkan 7 poin. Memasuki giornata 10, bayang-bayang degradasi seakan terus menghantui di posisi dua dari bawah, 19. Bekas klub Giuseppe Signori ini tengah berusaha untuk keluar dari zona degradasi. Minimal satu poin yang mampu di dapatkan dari Juventus Stadium nanti tentu akan sangat berarti bagi Rossoblu, mengingat selisih untuk memesan posisi di zona aman hanya satu poin.
Pelatih
Antonio Conte masih menjalani putusan sidang FIGC yang membuat dirinya belum bisa mendampingi Juventus di sisi lapangan pertandingan hingga saat ini, akan tetapi ini bukan masalah, karena Conte telah mempersiapkan strategi tersendiri bersama dengan wakilnya, Angelo Alessio. Hasilnya, sangat baik karena Bianconeri masih menjadi tim unbeaten. Di bawah Alessio, yang mulai mendampingi Juventus sejak partai versus Napoli, tim Zebra Turin ini berhasil menang dalam dua pertandingan terakhir di ajang serie A. Alessio juga tidak akan sendiri, Massimo Carrera tentu akan mendampinginya. Juventus sedang kehilangan satu sosok pelatih hebat, tetapi diberkahi dua sosok pelatih jenius pada saat yang sama.
Stefano Pioli belum lengkap sebulan penuh melatih Bologna FC sejak 4 oktober 2011. Ia datang menggantikan Pierpaolo Bisoli. Berharap hal baik terjadi, akan tetapi Pioli membawa Rossoblu semakin terpuruk dengan belum pernah menghasilkan satu poin pun. Mantan center back Juventus era 1984-1987 ini memang belum memiliki karakter kuat sebagai pelatih. Sebagian besar klub serie A dan serie B yang ditanganinya berujung pada pemecatan karena kekecewaan manajemen pada pencapaian klub di setiap pertandingan.
Komposisi Pemain
Kemarin 30 Oktober 2012, Conte telah mengumumkan 23 pemain yang dibawa untuk menjamu Bologna di Juventus Stadium. Lucio kembali dalam skuad, sementara itu Marchisio dan Vidal dipastikan absen pada pertandingan ini karena cidera dan suspend kartu kuning. Lengkap 23 pemain yang dirilis oleh juventus.com adalah Buffon, Lucio, Chiellini, Caceres, Pogba, Pepe, Vucinic, De Ceglie, Giovinco, Barzagli, Bendtner, Bonucci, Padoin, Pirlo, Asamoah, Giaccherini, Lichtsteiner, Quagliarella, Storari, Matri, Isla, Rubinho, dan Marrone.
Pada hari yang sama, Pioli juga mengumumkan 23 pemain dari Bologna yang ditulis oleh juventus.com sebagai berikut Agliardi, Lombardi, Stojanovic, Abero, Antonsson, Carvalho, Cherubin, Guarente, Kone, Krhin, Pazienza, Pulzetti, Riverola, Taider, Gabbiadini, Gilardino, Pasquato, dan Paponi.
Pemain Kunci
Andrea Pirlo akan menjadi nama pertama ketika konstruksi serangan Juventus dimulai. Pemain dengan rating terbaik sepanjang musim ini (8,14 versi whoscored.com) memang memiliki akurasi passing yang sangat baik. Dua assist sejauh ini memang masih menempatkan dirinya di urutan kedua setelah Asamoah dengan 3 assist, namun kelemahan Bologna dalam membendung serangan balik dan bola-bola set piece tentu akan menjadi santapan pemain yang pernah menjadi idola milanisti ini. Pirlo juga sejauh ini telah mencetak 3 gol yang menempatkan dirinya bersama Vidal dan Giovinco sebagai top scorer Bianconeri.
Jika melihat dari sisi Bologna, mereka juga mempunyai pemain yang cukup berbahaya. Alessandro Diamanti dan Alberto Gilardino. Diamanti mempunyai kemampuan untuk shooting jarak jauh dan dribble bola yang bagus. Keakuratan passingnya juga menjadi suplay utama bagi Gilardino di ujung tombak Rossoblu. 5 gol yang telah dibuat oleh Gilardino sepanjang musim ini cukup menunjukkan betapa efektif striker ini ketika bermain. Kedua pemain ini akan menjadi tugas berat bagi Chiellini untuk mengawal secara disiplin selama 90 menit pertandingan kamis dini hari nanti.
5 Pertandingan Terakhir
-
Giornata
Juventus
Bologna
9
Catania (0)
(1) Juventus
Bologna (1)
(3) Inter
8
Juventus (2)
(0) Napoli
Cagliari (1)
(0) Bologna
7
Siena (1)
(2) Juventus
Fiorentina (1)
(0) Bologna
6
Juventus (4)
(1) Roma
Bologna (4)
(0) Catania
5
Fiorentina (0)
(0) Juventus
Siena (1)
(0) Bologna
Juventus telah melakoni 48 pertandingan tak terkalahkan di kancah serie A. Di samping itu, dalam 3 pertandingan terakhir, Juventus bermain imbang di babak pertama tetapi menjadi pemenang ketika full time. Bianconeri juga berhasil mencetak rating goal sebanyak 2,5 dalam 10 pertandingan terakhir ketika Rossoblu bertamu ke Turin.
5 Pertemuan Terakhir
-
Tanggal
Turnamen
Home
Away
08/03/12
Serie A
Bologna (1)
(1) Juventus
09/12/11
Coppa Italy
Juventus (2) ext.
(1) Bologna
22/11/12
Serie A
Juventus (1)
(1) Bologna
27/02/11
Serie A
Juventus (0)
(2) Bologna
24/10/10
Serie A
Bologna (0)
(0) Juventus
Juventus dan Bologna hingga saat ini telah bertemu sebanyak 29 kali di berbagai ajang. Bianconeri berhasil memenangkan pertandingan sebanyak 19 kali dan 2 kali kalah. Satu-satunya catatan Rossoblu menang atas Juventus di Turin adalah pada 27 Februari 2011 dengan skor 0-2, sedangkan satu kemenangan lagi terjadi 14 tahun silam, 29 November 1998, Juventus takluk 3-0. akan tetapi dalam 22 pertemuan terakhir kedua tim, Juventus belum terkalahkan oleh Bologna.
Pemimpin Pertandingan
Andrea Romeo, pelatih kelahiran Verona ini resmi ditunjuk sebagai pemimpin pertandingan Juventus kontra Bologna kamis dini hari nanti seperti yang dimuat oleh juventus.com pada tanggal 29 Oktober 2012. Ini adalah kali kedua dalam musim ini Romeo memimpin pertandingan Juventus, setelah sebelumnya pada partai versus Parma di giornata pertama.
Pertandingan nanti akan menjadi pertandingan kedelapan Romeo menjadi wasit dalam partai Bianconeri. 7 kali sebelumnya ia juga memimpin ketika Juventus bermain di Turin, salah satunya adalah ketika Juventus takluk 0-2 pada 27 Februari 2011. Rincian totalnya, Juventus menang 4 kali, seri sekali, dan 2 kali kalah.
Marco Barbirati dan Andrea Padovan akan membantu Romeo sebagai hakim garis, dan Maurizio Viazzi akan menjadi wasit keempat, di samping Domenico Celi dan Carmine Russo yang disiapkan di sisi lapangan sebagai wasit cadangan.
Prediksi
Jika melihat dari statistik pertemuan kedua tim, Juventus jelas diunggulkan. Memanfaatkan kelemahan Bologna dalam hal disiplin mengatur lini pertahanan dengan keahlian Bianconeri menciptakan peluang sepanjang pertandingan tentu dapat berbuah hasil yang baik di Juventus Stadium. Rossoblu gemar bermain dengan memanfaatkan pergerakan kedua sayap mereka, sedangkan Juventus ahli dalam possession football. Kemungkinan terbesar yang akan terjadi adalah Juventus mampu mencetak gol dalam serangan balik memanfaatkan kesalahan pemain Bologna atau mencetak gol di kesempatan bola-bola mati. Untuk prediksi skor, saya kasih 2-0 untuk Juventus.
Bukan suatu hal yang muluk jika berharap kemenangan di hari spesial ini. Buon Compleanno Juventus! Selamat merayakan ulang tahun Juventus bagi seluruh Juventini di tanah air. Dengan semangat kalian semua, saksikanlah Juventus yang terus bangkit berdiri. 115 yang selalu berbekas dalam sejarah. Forza Juve! (alk)
Preview Juventus vs Napoli : "Persembahan Terakhir Del Piero"
20 Mei 2012 pukul 7 malam waktu Italia. Bertempat di Stadion Olimpico Roma, Juventus akan kembali menghadapi Napoli untuk ketiga kalinya dalam musim ini guna melanjutkan mimpi meraih bintang perak pertama sepanjang sejarah seluruh klub yang berada di tanah Italia. Juventus masih dalam euforia scudetto ketiga puluh. Setelah 6 tahun puasa gelar kemudian musim ini Juventus bangkit kembali dengan raihan sukses tak terkalahkan sepanjang satu musim. Tentu akan menjadi sempurna jika Bianconeri mampu melengkapi itu dengan juara Coppa Italia untuk kesepuluh kalinya di kota Roma nanti.
Di Indonesia, pertandingan akbar yang dinanti-nanti oleh seluruh Juventini tanah air akan berlangsung pada Senin 21 Mei 2012, pukul 2 dini hari. Segala kreativitas, dukungan, do’a, dan pengumpulan massa mewarnai persiapan-persiapan di setiap chapter yang mengadakan nonton bareng final coppa ini. tentu, semua harapan ingin kita semua salurkan dalam konvoi untuk kedua kalinya setelah sebelumnya telah mengarak trophy scudetto beberapa waktu lalu.
Mimpi telah datang di depan mata. Kekuatan yang diperlukan sekarang adalah bangun sadarkan diri dan wujudkan semuanya menjadi kenyataan. Inilah tahun kebangkitan. Tahun di mana seluruh warna bergerak menjadi satu untuk Bianconeri. Tahun di mana keperihan akan dahaga gelar harus bisa terlegakan dengan air segar juara. Tahun di mana, Juventus akan meraih double winner!
Prestasi Coppa Italia
Coppa Italia memang merupakan kancah kedua setelah serie A, akan tetapi raihan trophy ini menegaskan akan klub yang menjadi raja di Italia pada musim tersebut. Kompetisi ini diikuti oleh 78 klub yang bernaung di bawah liga resmi FIGC. 36 klub dari Lega Pro dan Serie D, 22 klub dari Serie B, dan 20 klub dari Serie A. Hal ini menjadikan Coppa Italia adalah ajang kejuaraan dengan peserta tim paling banyak di Italia. Juventus dan Napoli sendiri bergabung dalam ajang ini pada fase kedua, yaitu putaran 16 besar karena termasuk 8 besar klasemen Serie A pada musim sebelumnya.
Untuk raihan juara, Juventus dan Roma adalah klub yang sejauh ini memiliki raihan terbanyak Coppa Italia, yaitu 9 kali. Bianconeri meraih 9 gelarnya pada musim 1937/1938, 1941/1942, 1958/1959, 1959/1960, 1964/1965, 1978/1979, 1982/1983, 1989/1990, dan 1994/1995. Dilihat dari musim-musim tersebut maka musim ini merupakan jeda paling lama untuk Juventus jika mampu meraih gelar Coppa Italia kesepuluhnya, yaitu 17 tahun.
Dari kesembilan musim raihan trophy Coppa Italia tersebut Juventus berhasil mengawinkan scudetto dan Coppa pada musim 1958/1959 dan 1994/1995. Di mana pada tahun terakhir Bianconeri juara Coppa, Alessandro Del Piero ikut menjadi bagian dari tim. Kita semua tentu berharap, Il Pinturicchio mampu kembali mengawinkan scudetto dan Coppa pada musim ini.
Kubu Napoli telah mengoleksi 3 juara Coppa Italia pada musim 1961/1962, 1975/1976, dan 1986/1987. Partenopei melakoni laga final sebanyak 8 kali, di mana final terakhir mereka terjadi pada tahun 1997, tetapi takluk oleh Vicenza yang keluar sebagai juara. Oleh karena itu wajar jika pemerintah Naples sangat mendukung untuk final kali ini, karena 25 tahun tak pernah lagi merasakan raihan gelar dari ajang Coppa Italia.
Pelatih
Antonio Conte terus mencatatkan rekor sejak menjadi pelatih Juventus Agustus tahun lalu. Torehan rekor yang baru saja dibuat adalah 38 kali unbeaten di kancah Serie A. Saat ini tentu Conte ingin mengejar prestasi Ljubisa Brocic dan Marcello Lippi yang mampu mengawinkan gelar Scudetto dan Copa dalam satu musim. Latihan yang sudah dimulai Conte dari tanggal 16 Mei lalu menegaskan bahwa Juventus memang akan berjuang habis-habisan untuk meraih bintang perak pertama ini.
Walter Mazzari merupakan sosok yang menjadi era kebangkitan Napoli beberapa tahun belakangan ini. menangani Partenopei sejak tahun 2009 menggantikan Roberto Donadoni, ia berhasil membawa klub asal kota Naples ini menduduki posisi 6 klasemen dan bermain di Europe League pada tahun berikutnya. Manajemen kemudian bergerak cepat dengan mengontrak laki-laki kelahiran San Vincenzo ini dengan durasi 3 tahun. Keajaiban tangan Mazzari berlanjut dengan membawa Napoli berlaga di Champions League pada tahun ini setelah finish tiga besar pada tahun lalu. Dan musim ini, Napoli dibawah asuhannya kembali menegaskan diri sebagai klub 5 besar Italia.
Komposisi dan Strategi
Juventus kemungkinan akan turun dengan formasi 3-5-2 dengan dua pemain didaftar cidera yaitu Giorgio Chiellini dan Paolo De Ceglie. Tempat Chiello akan diisi oleh Caceres dan tempat De Ceglie akan diperebutkan oleh Estigarribia dan Giaccherini. Untuk sektor tengah, Conte akan tetap dengan nama MVP. Hal menarik adalah di sektor depan, seperti yang diketahui bahwa ini adalah laga terakhir Del Piero untuk Juventus, sehingga kemungkinan besar Il Pinturicchio akan turun sejak menit pertama dengan ban kapten di lengannya. Di bawah mistar Juventus, pilihan akan jatuh pada Marco Storari karena memang dialah yang menjadi pilihan utama Conte untuk ajang Coppa Italia.
Formasi lengkapnya (3-5-2) : Storari; Barzagli, Bonucci, Caceres; Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Marchisio, Estigarribia; Del Piero, Vucinic. Cadangan : Buffon, Pepe, Padoin, Giaccherini, Quagliarella, Borriello, dan Matri.
Napoli tentu mengandalkan trisula maut mereka, dengan Edinson Cavani sebagai pendobrak utama. Kemungkinan formasi yang turun adalah 3-4-3, formasi andalan dari Mazzari. De Sanctis di bawah mistar Napoli dengan kawalan tiga bek. Hanya satu pemain yang cidera dari Partenopei, yaitu Donadel.
Formasi lengkapnya (3-4-3) : De Sanctis; Campagnaro, Cannavaro, Aronica; Maggio, Inler, Dzemaili, Zuniga; Hamsik, Cavani, Lavezzi. Cadangan : Rosati, Fernandez, Britos, Dossena, Grava, dan Pandev.
Head to Head Pemain
Portiere. Walaupun menjadi penjaga gawang nomor dua di Juventus, Marco Storari tetap penjaga gawang yang tangguh. Penampilannya selama Coppa dan Serie A musim ini memberikan rasa aman gawang Juventus. 3 kali menjadi starting line up di Coppa maupun Serie A. Di ajang Coppa sendiri, sosok Storari menjadi bintang lapangan membawa Juventus hingga partai final kali ini.
Morgan De Sanctis. Napoli menurunkan penjaga gawang nomor satu mereka. Total 48 kali memperkuat Partenopei di semua ajang musim ini (Serie A, Champions, Coppa). De Sanctis adalah sosok penjaga gawang dengan tingkat konsentrasi yang cukup baik di dunia. Jikalau masa emasnya tidak bersama dengan Buffon, mungkin dialah yang akan menjadi kiper nomor satu Italia.
Difensori. Absennya Chiellini jelas menjadi nilai kurang dari kubu pertahanan Juventus, karena Chiellini merupakan pemain belakang yang paling sering meredam serangan lawan, apalagi jika bertemu dengan trisula Napoli. Bianconeri juga belum pernah turun tanpa Chiellini selama musim ini. Pertandingan nanti Caceres akan bertemu dengan Hamsik, Barzagli dengan Lavezzi, dan pekerjaan berat menunggu Bonucci untuk menjaga Cavani.
Tiga bek dari Napoli bernaung pemain-pemain berumur 30an. Hal ini tentu dapat dimanfaatkan oleh Lichtsteiner dan Estigarribia yang mempunyai kecepatan lari yang baik. Hugo Campagnaro menjadi kunci pengawalan lini belakang Napoli. Kelebihannya dalam memotong bola dan berduel sangat baik. Hal ini kemudian disempurnakan dengan Paolo Cannavaro yang berkemampuan baik dalam memblok serangan lawan.
Centrocampisti. Marchisio, Vidal, Pirlo. Motor serangan Juventus yang tak tergantikan. Setelah mencatatkan sebagai pemain dengan assist terbanyak di Serie A musim ini, Pirlo menegaskan keinginannya untuk mengangkat trophy Coppa bersama Juventus. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Marchisio. Pirlo juga merupakan pemain di kancah dunia yang memiliki passing akurat terbanyak untuk musim ini.
Napoli tidak kalah hebatnya di area tengah. Christian Maggio, pemain dengan assist 6 kali selama musim ini menjadi otak serangan dan distribusi bola ke trisula Napoli. Hal ini diperkuat dengan Gokhan Inler dan Blerim Dzemaili yang mempunyai long shot bagus dari luar kotak penalty. Belum lagi Juan Zuniga yang mempunyai kecepatan akselerasi dan finishing yang tak kalah dengan trisula Napoli. Trio MVP kembali akan menemukan perjuangan sengit di sektor tengah menghadapi Napoli nanti.
Attacanti. Del Piero mempunyai semangat dan motivasi yang tak tertandingi oleh siapa pun di pertandingan senin dini hari nanti. Keinginan mengawinkan gelar dan memberikan yang terbaik sebelum pindah pada musim depan menjadi motivasi yang akan berjalan lurus dengan penampilannya nanti. Selain sisi itu, melengkapi 14 kali tampilan Juventus di final Coppa, Bianconeri juga mempunyai striker dingin nomor punggung 14, Mirco Vucinic. Pengalamannya meraih dua Coppa sebelum bersama Juventus menjadi modal penting kali ini.
Trisula Napoli. Hamsik, Cavani, dan Lavezzi. Mereka boleh sedikit bernafas lega dengan tidak hadirnya Chiellini, tetapi Caceres juga bukan lawan yang mudah. Asalkan trio MVP mampu meredam 4 pemain tengah Napoli, trisula ini tidak akan begitu berbahaya. Penjagaan pada Cavani harus mampu dilakukan dengan baik oleh Bonucci. Torehan 23 gol di Serie A musim ini jelas membuktikan betapa suburnya pemain asal Uruguay ini.
5 Pertandingan Terakhir
|
Giornata |
Napoli |
Juventus |
||
|
38 |
Napoli (2) |
(1) Siena |
Juventus (3) |
(1) Atalanta |
|
37 |
Bologna (2) |
(0) Napoli |
Cagliari (0) |
(2) Juventus |
|
36 |
Napoli (2) |
(0) Palermo |
Juventus (1) |
(1) Lecce |
|
35 |
Roma (2) |
(2) Napoli |
Novara (0) |
(4) Juventus |
|
34 |
Lecce (0) |
(2) Napoli |
Cesena (0) |
(1) Juventus |
5 Pertemuan Terakhir
|
Tanggal |
Turnamen |
Home |
Away |
|
02/04/12 |
Serie A |
Juventus (3) |
(0) Napoli |
|
30/11/11 |
Serie A |
Napoli (3) |
(3) Juventus |
|
23/05/11 |
Serie A |
Juventus (2) |
(2) Napoli |
|
10/01/11 |
Serie A |
Napoli (3) |
(0) Juventus |
|
26/03/10 |
Serie A |
Napoli (3) |
(1) Juventus |
Pertemuan kedua tim telah berlangsung sebanyak 27 kali dengan 13 kemenangan milik Juventus dan 8 seri. Enam kemenangan Napoli atas Juventus, terjadi 5 kali saat bermain di Naples sedangkan Juventus berhasil meraih 4 kali menang ketika berlaga di luar Turin. Dari statistik ini, maka Napoli sedikit lebih mudah dikalahkan jika berlaga di luar kandang.
Pemimpin Pertandingan
Christian Brighi dari Cesena dikonfirmasi akan memimpin pertandingan final Coppa nanti. Niccolai dan Copelli akan membantu sebagai hakim garis serta Bergonzi akan bertindak sebagai wasit keempat.
Prediksi
Juventus punya mimpi, punya semangat, punya motivasi. Rekor untuk menjadi klub Italia yang meraih bintang perak pertama terus didengungkan oleh berbagai tifosi Bianconeri. Saat ini kesempatan terbuka lebar untuk mewujudkan itu semua. Napoli juga akan habis-habisan. 25 tahun puasa gelar dan dengan dukungan penuh pemerintah Naples menjadikan mimpi Partenopei melaju dalam semangat yang tinggi.
Bursa judi menjagokan Juventus unggul dengan 1 gol. Prediksi dari penulis sendiri kemungkinan drama adu penalty akan terjadi. Jika hal ini terjadi maka Storari akan sangat berperan penting. Kemampuannya yang memang tergolong hebat dalam adu penalty akan beruji dengan kemampuan De Sanctis yang tidak terlalu bagus dalam adu penalty. Conte telah mempersiapkan ini semua. Latihan Juventus telah disisipi dengan eksekusi penalty dari setiap pemain.
Semoga Juventus mampu meraih mimpi dan memberikan perpisahan yang terbaik untuk Alessandro Del Piero. Fino Alla Fine Forza Juventus! (alk)
8 Mei 1938, Coppa Italy Pertama
Juventus telah mengakhiri musim kompetisi serie A tahun ini dengan gemilang, menyusul raihan scudetto yang berhasil digenggam pada senin dini hari kemarin di Trieste. Akan tetapi perjuangan ini belum berakhir sampai di sini. Target allenatore Conte untuk musim ini masih bersisa Coppa Italy yang akan berlangsung 20 Mei nanti. Kemenangan di final Coppa nanti akan menjadi momen yang sangat indah karena itu menjadi raihan trophy Coppa yang kesepuluh untuk Bianconeri.
Untuk memberikan motivasi kepada pasukan Bianconeri, hari ini (8 Mei) juventus.com merayakan ulang tahun ke 74 untuk kemenangan pertama di ajang Coppa Italy tahun 1938. Kemenangan di partai puncak itu adalah momen yang tak pernah terlupakan, karena Juventus berhasil menghempaskan rival sekota, Torino.
Pada waktu itu, Juventus berjuang untuk kembali mendapatkan supremasi mereka setelah sebelumnya merajai serie A dengan berhasil menjadi juara 5 kali beturut-turut (1930-1935). Tahun setelah itu, Bianconeri kalah saing dengan tim sekota, Torino FC. Tahun 1938 Virginio Rosetta, allenatore Juventus saat itu menjadi tokoh dibalik kejayaan Juventus kembali merajai Italia. Itu adalah salah satu era Quinquennio d'Oro (Masa Emas Quinquennio).
Rosetta menurunkan pasukan utama Bianconeri pada waktu itu. Alfredo Foni dan Pietro Rava turun di sektor pertahanan, dua pemain yang menjadi kunci kemenangan Italia di piala dunia 1938. Sektor lain di line up Bianconeri, ada Bodoira, Luis Monti, Depetrini, Varglien I, Borel I, dan Guglielmo Gabetto (salah satu pemain yang menjadi korban meninggal sewaktu berseragam Torino ketika kecelakaan pesawat di Superga, Italia). Juventus tampil dengan tim yang komplit.
Bianconeri melaju dengan meyakinkan pada waktu itu. Menghempaskan Aquila, Alessandria, Atalanta, dan Ambrosiana Inter, kemudian dua leg pada partai puncak dengan Il Granata. Juventus membungkam Torino dengan skor 3-1. De Filippis melengkapi dua gol dari Bellini untuk pasukan Zebra, yang kemudian dibalas dengan satu gol dari Baldi. Tetapi Gabetto cs tampil baik dan menutup pertandingan dengan raihan Coppa Italy pertama untuk Juventus.
74 tahun berlalu, sekarang Alessandro Del Piero cs mempunyai kesempatan untuk memberikan trophy Coppa Italy kesepuluh untuk Juventus di Olimpico Roma nanti.
Diterjemahkan dari juventus.com dengan adaptasi (alk)
Review Cagliari vs Juventus : "Benvenuto Scudetto!"
Aku berada di lingkaran itu. Udara terasa bersahabat, dingin menjadi teman, dan seraknya suara menjadi saudara. Kursi kehilangan fungsi seiring tak ada satu pun yang duduk lagi. Berdiri, bergoyang, berteriak, dan terharu. Semua ekspresi itu puncak dari enam tahun tanpa suara. Satu dan lain berangkulan, melompat bersama, merasakan ada energi positif yang saling diberikan ketika kegembiraan ini terluapkan bersama saudara seperjuangan. Kini, siapa lagi yang akan menghentikan kami? Tidak ada! Karena lagu Campione..Campione.. telah merambat dari gelombang suara yang memecahkan telinga setiap musuh. Menghidupkan hati dan semangat Juventini. Semoga aku selalu bersamamu, sobat.
Tidak pernah aku merasa girang, segirang senin pagi itu, ketika Inter berhasil mencetak gol ke gawang lawan. Tidak pernah aku berharap, seberharap senin pagi itu, agar Milito tampil baik dengan seragam biru hitam. Dan tidak pernah aku bahagia, sebahagia senin pagi itu, ketika Si Ular memenangkan pertandingan. Itu semua karena kecintaan dan kerinduan untuk Juventus dan enam tahun masa sulit yang telah dilalui. Inter yang menundukkan Milan di Giuseppe Meazza menjadi salah satu faktor Juventus mengkudeta scudetto di giornata 37 serie A Italia. Itu hanya secuil keuntungan yang Juventus dapatkan, karena pada hakekatnya, Bianconeri berdiri dan berjuang di atas kaki sendiri.
Head, Heart, and Legs. Kami punya kepala dan kaki yang berfungsi sama baiknya ketika menghentikan langkah pesaing-pesaing kami. Dan kami punya kekuatan hati, terisi oleh kecintaan, motivasi, semangat juang, dan mental juara, yang tidak pernah akan dimiliki oleh mereka yang mendapatkan juara dengan mudah. Kamilah sang juara di atas lapangan. Benvenuto Scudetto!
Aku berlari terlalu jauh dengan kata-kata, hingga tidak sadar jika ini adalah review match Cagliari vs Juventus. Memang euforia kemenangan ini hampir menggilakan setiap aspek kehidupanku sekarang. Mari sobat, kita kembali ke Trieste, tepatnya di stadion Nereo Rocco, tempat bintang emas ketiga akhirnya menjadi kenyataan.
Komposisi dan Strategi
Cagliari turun dengan skema 4-3-3. Agazzi; Pisano, Canini, Astori, Ariaudo; Ekdal, Conti, Nainggolan; Ibarbo, Pinilla, T.Ribeiro. Cadangan : Avramov, Gozzi, Perico, Dessena, Cossu, Larrivey, Nene.
Sedangkan Juventus kembali turun dengan skema 3-5-2 setelah sebelumnya skema ini diragukan karena cideranya Paolo De Ceglie dan kembali pulihnya Simone Pepe, spesialis RWF di skema 4-3-3. Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Marchisio, Pepe; Matri, Vucinic. Cadangan : Storari, Caceres, Giaccherini, Padoin, Del Piero, Borriello, Quagliarella.
Persiapan
5 Mei 2012, pukul 14.00 waktu Vinovo. Conte menghadiri wawancara seputar persiapan Juventus dalam menghadapi Cagliari esok hari. Cideranya De Ceglie dan kembali pulihnya Simone Pepe dijelaskan oleh Conte dalam sesi ini. Sang Allenatore tersenyum ketika disinggung tentang berita Galliani yang masih menyimpan foto “gol hantu” Muntari. “Di handphoneku, hanya tersimpan foto anak perempuanku.” kata Conte. “Kami hanya butuh kemenangan, dan kami mempunyai kepala, hati dan kaki yang baik untuk itu. Ini adalah saat yang tepat untuk balas dendam.”
16.15. Juventus mengakhiri latihan tertutup hari itu. Conte mengalami kendala untuk skema 3-5-2 karena absennya De Ceglie. Posisi ini kemungkinan akan diisi oleh Giaccherini atau Estigarribia. Sang Allenatore berpikir bahwa 3-5-2 adalah skema terbaik untuk meredam pergerakan Cossu, dibanding 4-3-3.
18.30. Juventus bersiap melakukan perjalanan ke Trieste. De Ceglie yang sedang cidera dan Milos Krasic yang hampir tidak pernah masuk skuad musim ini, ikut diboyong Conte. Pada sesi terakhir sebelum keberangkatan Bianconeri, berita posisi De Ceglie akhirnya dikonfirmasi akan diisi oleh Simone Pepe. Lichtsteiner akan tetap berada di sayap kanan.
20.45. Juventus tiba di hotel Savoia Excelsior Palace, Trieste. Disambut oleh cuaca yang sedang hujan dan angin yang cukup keras, tetapi tidak menyulutkan semangat fans Juventus untuk menyambut tim di depan hotel. Suasana ini kemudian diabadikan oleh Claudio Marchisio melalui handphone-nya (Foto ini dapat diliat di preview Cagliari vs Juventus : “Head, Heart, and Legs”). “Che accoglienza!! Grandi...” (Sambutan luar biasa!! Hebat…) ditulis oleh Il Principino di halaman facebook-nya.
23.30. Pemain istirahat untuk latihan dan pertandingan esok hari. Mirko Vucinic terlihat masih asik dengan status di facebook. “Domani conta solo vincere! Perché siamo a un passo dal sogno” (Besok hanya harus menang, ini alasan untuk satu langkah lagi menuju mimpi).
Pertandingan
Primo Tempo
Beberapa pelanggaran sudah terlihat dari awal babak pertama. Mengindikasikan betapa Cagliari tidak akan memberikan kemenangan yang mudah untuk Bianconeri. Pisano, Pinilla, dan Ekdal adalah pemain dibalik pelanggaran-pelanggaran tersebut. Hingga menit 5, penyesuaian dari kedua kubu terus berlangsung, saling berganti menguasai bola.
Trieste masih dirundung hujan. Begitu pula di stadion Nereo Rocco. Bulir air dari Penguasa Bumi memberikan kehidupan yang tak terhitung bagi semua, dan itu sepertinya pertanda baik. Memasuki menit 6, Mirco Vucinic terbebas dari jebakan offside yang digadang oleh Astori cs. Umpan lambung Bonucci dari sisi pertahanan Juventus tertuju ke mantan striker Roma ini, dengan sedikit sentuhan untuk menjinakkan bola, kemudian dengan ketenangan layaknya pembunuh mematikan, Vucinic sukses menjadikan Juventus unggul 1 gol. Bola itu melaju melalui sela-sela kaki Agazzi.
Selepas dari gol tersebut, Cagliari semakin liar. Benturan terjadi tidak hanya di pertahanan mereka, tetapi juga di sektor penyerangan. Puncak kekecewaan Juventini terjadi pada menit 21. Pinilla yang memang telah sering melakukan pelanggaran sejak awal, kali ini berduel udara dengan Lichtsteiner. Sang forest gump yang tidak dalam posisi ideal di udara, harus menerima benturan keras kemudian tersungkur ke tanah. Semua mata tertuju pada pemain asal Swiss ini. Pemain yang tak kenal lelah sejak bergabung bersama Juventus. Pemain yang senantiasa menjadi starting line up sebelum datangnya Caceres. Pemain yang masih menunjukkan kode jempol dan telunjuknya untuk Juventus. Tentu bukan hal yang menggembirakan jika di tengah perayaan scudetto, Lichtsteiner harus terbaring di rumah sakit.
Setelah menerima perawatan di dalam lapangan, Lichtsteiner dinyatakan tidak bisa melanjutkan pertandingan. Posisinya kemudian diganti oleh Caceres. Beruntung setelah selesainya pertandingan, kondisi Lichtsteiner dikabarkan baik, ia masih bisa mengikuti pesta scudetto. Permainan berlanjut. Memasuki menit 35, Pinilla, striker transfer terbaik dari Cagliari ini melepaskan tendangan dari luar kotak penalty. Beruntung shot ini masih melebar beberapa centi di sebelah kanan gawang Buffon. Buffon melemparkan senyum kelegaan untuk momen ini.
Tambahan waktu 4 menit di akhir babak kedua. Tambahan waktu yang cukup lama. Anak asuk Ficcadenti masih terus menggenjot serangan. Menit 47 serangan tersebut kandas di kaki Pepe, yang langsung melakukan akselerasi khasnya, melaju terus menuju jantung pertahanan Cagliari. Sayang, bola yang dishot oleh Pepe masih diblok dengan baik oleh pemain belakang klub asal Pulau Sardinia ini. babak pertama berakhir, Juventus unggul 0-1.
Secondo Tempo
Tak ada perubahan yang berarti dari kedua tim ketika memasuki babak kedua. Dua menit berjalan, Chiellini menerima kartu kuning. Saat yang bersamaan, dari Giuseppe Meazza, Milan unggul 1-2. Tiga menit kemudian, pemilik assist dan passing terbanyak dari Cagliari, Andrea Cossu masuk menggantikan T.Ribeiro. Indikasi Cagliari ingin mendapatkan poin di Trieste.
Memasuki menit 7, Cossu melakukan akselerasi ke kotak penalty Juventus. Aksi ini dihentikan oleh Chiellini. Wasit Orsato meniup pluit tanda terjadi pelanggaran. Gerakannya seperti menunjuk titik putih, tetapi beberapa detik kemudian, semuanya jelas. Kartu kuning untuk Cossu yang mencoba diving. Satu menit berselang Giaccherini masuk menggantikan Vidal. Saat yang bersamaan pula, beratus kilo dari Trieste, sebuah gol dari Milito menyamakan kedudukan. 2-2 untuk duo Milan.
Juventus masih sulit untuk membongkar pertahanan Rossoblu. Berkali-kali serangan, dan berkali-kali pula harus kandas. Alessandro Matri terhitung tidak mendapat umpan yang memanjakan dirinya. Menit 25, seperti butuh penyegaran di lini depan, Borriello masuk menggantikan pemilik 10 gol Juventus, Alessandro Matri. Tidak butuh waktu lama bagi Borriello untuk mengganggu kokohnya lini belakang Rossoblu. Menit 29, umpan manis dari sisi kanan Juventus yang dilepaskan El Pelado, Caceres, deras menuju kaki Borriello. Beberapa detik sebelum bola menghampiri kaki Marco, Canini dengan gagah menghalau umpan tersebut. Putaran bola berkehendak lain. Aliran udara di sekeliling benda resmi FIGC ini memutar dan mengecoh Agazzi. Own goal was happen. Canini was the actor of that.
Riuh rendah suara tifosi Bianconeri. Conte melompat. Hujan menjadi siraman kekuatan yang tiada henti dari Pengatur Putaran Bumi ini. Semuanya diputar dengan keindahan surgawi. Gol bunuh diri menghancurkan mental pemain Cagliari. Juventus melaju di atas angin. Puncak kegirangan allenatore Conte terjadi pada menit 35. Update skor dari kota Milan, Inter unggul 3-2. Beberapa supporter Juventus telah melompati pagar pembatas, euforia kemenangan terasa di seisi stadion.
Dua menit tambahan waktu, tapi itu sudah tak berarti apa-apa lagi. Dua menit menuju bintang emas ketiga. Pemain cadangan Juventus telah melompat berputar menyanyikan Campione..Campione.. keringat menyatu, suara bergabung, tepuk tangan menjadi senjata ampuh. Babak kedua berakhir. Cagliari (0), Juventus (2). Semua berhamburan ke dalam lapangan pertandingan. Tak ada yang ingin ketinggalan. Termasuk aku dan kamu, sobat. Benvenuto Scudetto!
Rating Pemain
Jika boleh, karena euforia yang menggilakan ini, ingin rasanya memberikan angka 10 untuk rating pemain, baik yang di dalam lapangan maupun yang di bangku cadangan. Tetapi mari kita fokus pada pertandingan.
|
Gianluigi Buffon |
6,5 |
Sektor depan Cagliari tanpa shot on goal, hanya beberapa shot yang masih melebar. Buffon tampil percaya diri. |
|
Andrea Barzagli |
6,5 |
Ketenangannya memang tiada banding. Menjaga Pinilla dengan sempurna. Passing yang ia mainkan di lini belakang sama baiknya dengan penjagaannya terhadap Pinilla. |
|
Leonardo Bonucci |
7,0 |
Satu assist membelah pertahanan Cagliari dengan melihat posisi Vucinic yang siap menjadi nilai lebih dari pertahanan yang begitu kuat ia galang bersama Chiellini dan Barzagli. |
|
Giorgio Chiellini |
6,5 |
Kata apalagi untuk sosok pemain ini. Jika Vidal, gladiator lapangan tengah, maka inilah gladiator sektor pertahanan. Cossu mendapat lawan yang tangguh. |
|
Stephan Lichtsteiner |
6,0 |
Sebuah insiden yang harus memaksa Lichtsteiner ditandu keluar. Tepuk tangan dari seluruh stadion mengantarnya dengan kebanggaan tanpa henti. |
|
Arturo Vidal |
6,5 |
Kartu kuning lagi ia dapatkan. Artinya ketika kontra Atalanta, Vidal dipastikan tak akan bermain. Tetapi seluruh perjuangannya sebelum diganti Giaccherini adalah perjuangan seorang gladiator. |
|
Andrea Pirlo |
6,5 |
Belum ada yang mampu menggantikan posisinya membangun lini tengah Juventus. Walaupun tanpa assist pada pertandingan ini, tetapi 87 passing yang ia lepaskan sudah cukup untuk membuktikan inilah playmaker hebat. |
|
Claudio Marchisio |
6,5 |
Satu shot on goal yang baik dilepaskan Il Principino, tetapi itu masih belum membuat Agazzi kewalahan. |
|
Simone Pepe |
6,5 |
Pepe sering bermain tanpa teman, kelihatan egois, tapi itulah keunggulan dirinya yang dibutuhkan Conte. Ia berbeda dengan pemain lain. Dua shot on goal berhasil ia lepaskan. |
|
Alessandro Matri |
6,0 |
Matri tidak pernah melepaskan satu shot pun di pertandingan ini. Jika dilihat, ini lebih pada tak ada umpan bagus yang datang untuk dirinya. |
|
Mirco Vucinic |
7,0 |
Permainan menarik dari Mirco. Beberapa peluang ia dapatkan, walaupun kandas, tetapi tidak untuk sebuah gol di menit 5. |
|
Martin Caceres |
7,0 |
Datang dari bangku cadangan, tetapi ia mampu menunjukkan kemampuan sama baiknya dengan Lichtsteiner. Sebuah “assist” untuk Canini. |
|
Emanuele Giaccherini |
6,0 |
Pemain ini unik, dan memang begitulah tim Juventus sekarang ini. Akselerasi dan mematahkan serangan lawan sama baiknya, beradu fisik walaupun kecil. Giaccherini membuktikan dialah pilihan tepat, tengah dan sayap Juventus. |
|
Marco Borriello |
6,5 |
Perubahan ia bawa ketika masuk menggantikan Matri. Borriello memang pantang menyerah. Semangatnya untuk menggalang serangan yang lebih baik terus ia berikan. |
Statistik Keseluruhan
|
Cagliari |
|
Juventus |
|
0 |
Goal |
2 |
|
44,1% |
Ball Position |
55,9% |
|
0 |
Shot on Goal |
7 |
|
4 |
Shot Wide |
4 |
|
3 |
Offside |
4 |
|
2 |
Corner |
6 |
|
16 |
Dribbling |
17 |
|
358 |
Passing |
459 |
|
12 |
Crossing |
15 |
|
13 |
Fault |
17 |
|
3 |
Yellow Card |
3 |
|
0 |
Red Card |
0 |
Benvenuto Scudetto!
Tanpa mengesampingkan giornata terakhir menjamu Atalanta di Juventus stadium, saat ini Bianconeri telah resmi mendapatkan scudetto musim 2011/2012. Puncak untuk melihat Juventus berpesta dengan piala serie A Italia akan terjadi hari Minggu nanti. Terima kasih untuk Conte. Terima kasih untuk seluruh pemain. Terima kasih untuk seluruh manajemen Juventus. Dan terima kasih untuk seluruh Juventini di seluruh dunia. Kita juara, sobat. Let’s party! Campioni d’Italia. (alk)
Preview Cagliari vs Juventus : "Head, Heart, and Legs"
[A] [S] [D] [F] [G] [H] [J] [K] [L] …
Beberapa menit hanya saya habiskan untuk melihat keyboard yang beberapa simbol hurufnya sudah mulai menghilang dimakan umur. Bingung harus mulai dari mana untuk preview match kali ini. Entah mengapa semenjak sore kemarin ketika pulang dari tempat teman, saya terus terngiang-ngiang lagu Kangen Band yang lama tak terdengar. Bintang terlihat terang, saat dirimu datang, cinta yang dulu hilang kini kembali pulang. Jadi, bagaimana jika kita mulai tulisan ini dengan bintang?
4 Mei kemarin, Juventus merilis salah satu kilas balik yang terjadi tepat pada 54 tahun yang lalu, yaitu bintang emas pertama yang berhasil diraih oleh Boniperti cs untuk scudetto kesepuluh Bianconeri. Seperti yang kita tahu bersama bahwa tradisi penggunaan bintang emas untuk raihan scudetto kesepuluh ini dicetuskan pertama kali oleh presiden Juventus saat itu, Umberto Agnelli, ayah dari presiden Juventus sekarang, Andrea Agnelli. Perjalanan pasukan hitam putih Italia kemudian terus berkembang hingga sekarang, mendekati raihan scudetto ketiga puluh, yang artinya bintang emas ketiga.
Sekarang menyisakan 2 partita lagi, kontra Cagliari yang akan berlangsung pada hari Minggu, 6 Mei 2012 pukul 01.45 WIB dan kontra Atalanta yang akan berlangsung pada Senin, 14 Mei 2012. Menghadapi Cagliari di kota Trieste, yang berjarak kurang lebih 481 km dari Turin bukan suatu hal yang cukup mudah, walaupun Cagliari dipastikan tidak akan bermain di kandang mereka di pulau Sardinia. Segala persiapan dan daya juang dari anak asuh Conte harus terjaga dengan baik jika ingin meraih poin penuh dari partai ini.
Peringkat dan Target
Cagliari tidak mempunyai target lagi untuk sisa kompetisi ini. 36 kali bermain, memperoleh 42 poin dan bertengger di posisi 14 klasemen sudah menjadi hasil yang kurang lebih akan seperti itu hingga musim ini berakhir. Untuk mengejar zona Eropa jelas tidak mungkin, untuk terdegradasi juga tidak, karena Lecce yang berada di posisi 18 klasemen, walaupun terpaut 6 poin dengan Cagliari, yang artinya masih mempunyai peluang untuk mengakhiri kompetisi dengan poin yang sama dengan tim asal pulau Sardinia ini, tetap akan berada di bawah Cagliari karena head to head yang kalah. Hal ini tentu dapat dimanfaatkan oleh Juventus. Melawan tim tanpa target akan lebih mudah dibandingkan dengan tim yang sedang berjuang dari zona degradasi.
Lain hal dengan Juventus. Saat ini Bianconeri masih memimpin klasemen serie A dengan jarak 1 poin dari peringkat dua, Milan. Walaupun pada giornata 36 kemarin, Juventus mendapatkan hasil imbang ketika menjamu Lecce, tetapi peluang scudetto masih terbuka lebar jika Bianconeri mampu menuntaskan dua partita sisa dengan kemenangan. Hal ini berarti semangat berlebih dari pasukan Turin untuk bermain dengan segenap kemampuan yang ada untuk memastikan gelar scudetto pertama pasca 2006 silam. Semoga Juventus mampu mewujudkan hal ini.
Pelatih
16 Agustus 2011 adalah kali pertama Massimo Ficcadenti menangani Cagliari. Ia datang untuk menggantikan Roberto Donadoni yang dipecat empat hari sebelumnya, 12 Agustus 2011 dari posisi pelatih Rossoblu. Dua bulan Ficcadenti menjalankan tugasnya, pada November 2011 ia mengikuti jejak pendahulunya yang dipecat setelah lima kali pertandingan beruntun, Cagliari tanpa poin. Davide Bellardini kemudian datang dan menggantikan posisinya. Akan tetapi pada 11 Maret 2012, Bellardini juga dipecat karena menempatkan Cagliari di posisi tidak aman untuk degradasi, sehingga manajemen kemudian memanggil kembali Ficcadenti dan memberikan tugas padanya untuk menyelamatkan Cagliari dari zona degradasi. Hal ini dilakukan karena Ficcadenti berhasil menyelamatkan Cesena dari degradasi pada musim sebelumnya. Sepertinya tugas Ficcadenti sekarang berhasil, Cagliari aman untuk tetap berada di kancah serie A hingga musim depan.
Ketidak puasan Antonio Conte terhadap hasil seri saat menjamu Lecce di giornata kemarin memberikan motivasi yang lebih bagi seluruh punggawa Juventus. Hitung-hitungan yang membuat Juventus dapat mengklaim scudetto pada pertandingan melawan Cagliari, tanpa memperhitungkan hasil pertandingan Milan, tidak dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu satu-satunya jalan sekarang adalah bagaimana Juventus mampu meraih poin penuh di dua giornata sisa.
Komposisi dan Strategi
Kemungkinan Cagliari akan turun dengan formasi 4-3-1-2. Agazzi; Perico, Ariaudo, Astori, Pisano; Ekdal, Conti, Nainggolan; Cossu; Pinilla, T.Ribeiro. Cadangan : Avramov, Gozzi, Canini, Dessena, Ibarbo, Larrivey, Nene. Rossoblu mempunyai satu pemain suspend, yaitu Agostini dan dua pemain cidera, yaitu El Kabir dan Rui Sampaio
Sedangkan Juventus kemungkinan akan turun dengan 4-3-3, setelah Simone Pepe, spesialis RWF telah kembali dari cidera. Buffon; Lichtsteiner, Barzagli, Bonucci, Chiellini; Vidal, Pirlo, Marchisio; Pepe, Borriello, Vucinic. Cadangan : Storari, Caceres, Giaccherini, Padoin, Del Piero, Matri, Quagliarella. Tidak ada pemain suspend dari kubu Bianconeri, hanya Paolo De Ceglie yang masih dibekap cidera pada otot paha.
Head to Head Pemain
Portiere. Michael Agazzi, penjaga gawang nomor satu Cagliari telah melakoni 35 pertandingan pada musim ini. Bermain selama 3108 menit dan menderita 44 kebobolan. Agazzi mempunyai statistik ketangguhan di bawah mistar Rossoblu 70,9%. Sedangkan Gianluigi Buffon, bermain dalam 34 pertandingan selama 3060 menit dan mengalami 16 kebobolan. Buffon mempunyai statistik ketangguhan di bawah mistar Bianconeri 83,2%.
Difensore. Istirahatnya Alessandro Agostini, maka pemain belakang Cagliari yang mencatatkan penampilan terbanyak adalah Francesco Pisano. Di bawahnya ada Michele Canini dan Davide Astori. Dari statistik menghadang serangan lawan Canini dan Astori lebih unggul dari Pisano. Sedangkan dari Bianconeri, Barzagli dan Bonucci akan menjadi tembok terakhir sebelum berhadapan dengan Buffon. Total 39 kali blok oleh keduanya menjadikan sisi pertahanan Juventus masih terbaik di Italia.
Centrocampisti. Dua Andrea ada di sektor ini. Cagliari, Andrea Cossu. Juventus, Andrea Pirlo. Untuk Cossu sendiri, Conte memang menekankan penjagaan padanya, karena Cossu adalah otak serangan dari Cagliari selain Victor Ibarbo. 96 kali distribusi bola darinya menciptakan kreasi serangan dari Rossoblu. Sedangkan Andrea Pirlo, masih unggul dengan 123 distribusi serangan Juventus. 13 assist Pirlo juga lebih unggul dari Cossu dengan 6 assist.
Attacanti. Mauricio Pinilla, pemain asal Palermo yang diloan ke Cagliari pada 25 Januari 2012 kemarin menjadi transfer terbaik Cagliari. Ia menjadi top scorer Cagliari hingga saat ini dengan 8 gol, selain itu ia juga melepaskan 3 assist. Dari Juventus, transfer terbaik datang dari Mirco Vucinic, bersaing dengan Pinilla untuk jumlah gol yang sama, 8 gol, tetapi lebih unggul dari assist dengan 11 kali. Jika Pinilla mencetak 2 gol dari 8 gol yang ada dari titik penalty, maka Vucinic tanpa satupun penalty.
Dari Juventus.com merilis penampilan pemain-pemain kunci Cagliari dan Juventus, dilihat dari sisi aspek teknik di lapangan.
|
|
Cagliari |
Juventus |
|
Passes |
Cossu |
Pirlo |
|
Successful Passes |
Conti |
Pirlo |
|
Useful Assist |
Cossu |
Pirlo |
|
Recoveries |
Astori |
Chiellini |
|
Tackles |
Nainggolan |
Vidal |
|
Fouls Received |
Pinilla |
Vucinic |
|
Successful Dribbles |
Ibarbo |
Vucinic |
|
Useful Action Crosses |
Cossu |
De Ceglie |
|
Winning Assist |
Ibarbo |
Pirlo |
|
Shot On Goal |
Pinilla |
Vucinic |
5 Pertandingan Terakhir
|
Giornata |
Cagliari |
Juventus |
||
|
36 |
Genoa (2) |
(1) Cagliari |
Juventus (1) |
(1) Lecce |
|
35 |
Cagliari (0) |
(0) Chievo |
Novara (0) |
(4) Juventus |
|
34 |
Parma (3) |
(0) Cagliari |
Cesena (0) |
(1) Juventus |
|
33 |
Cagliari (3) |
(0) Catania |
Juventus (4) |
(0) Roma |
|
32 |
Bologna (1) |
(0) Cagliari |
Juventus (2) |
(1) Lazio |
Cagliari mempunyai catatan LWLDL dan Juventus WWWWD. Sejauh ini Cagliari juga kebobolan sebanyak 44 gol dengan 14 di antaranya diderita ketika bermain sebagai tuan rumah, sedangkan Juventus berhasil menyarangkan 63 gol dengan 26 di antaranya dibuat di pertandingan away.
5 Pertemuan Terakhir
|
Tanggal |
Turnamen |
Home |
Away |
|
15/01/12 |
Serie A |
Juventus (1) |
(1) Cagliari |
|
06/02/11 |
Serie A |
Cagliari (1) |
(3) Juventus |
|
27/09/10 |
Serie A |
Juventus (4) |
(2) Cagliari |
|
11/04/10 |
Serie A |
Juventus (1) |
(0) Cagliari |
|
29/11/09 |
Serie A |
Cagliari (2) |
(0) Juventus |
Total pertemuan antara Cagliari dan Juventus adalah 25 kali, dengan kemenangan untuk Juventus sebanyak 13, seri 8, dan kalah 4 kali. Juventus menang di luar kota Turin sebanyak 5 kali, dan mampu mencetak 11 gol yang berimbang dengan kebobolan yang juga sama 11 gol.
Pemimpin Pertandingan
Daniele Orsato dari Schio dikonfirmasi akan menjadi wasit dalam pertandingan Cagliari vs Juventus. Ini akan menjadi kali kelima Orsato memimpin pertandingan Bianconeri pada musim 2011/2012. Sebelumnya adalah saat Bianconeri mengalahkan Fiorentina di leg pertama, Napoli di leg kedua, seri dengan Roma pada Desember lalu, dan kontra Milan pada Coppa Italy. Dengan Orsato sebagai wasit, Juventus kalah sebanyak tiga kali, tiga menang, dan enam kali seri. Manganelli dan Padovan akan membantu sebagai hakim garis, dan Celi sebagai wasit keempat.
Prediksi
Head, Heart, and Legs. Ini adalah resep dari Antonio Conte untuk Bianconeri dapat meraih poin penuh di Trieste dini hari nanti. Memang tak ada lagi selain itu, karena tumpuan tiga elemen itulah setiap individu akan terlihat kuat di lapangan pertandingan. Kepala dan kaki ditempa dengan latihan fisik dan strategi, kemudian hati ditempa dengan motivasi, semangat, dan do’a. untuk kita seluruh Juventini di manapun berada, aspek hati dapat kita tempa secara bersamaan dengan dukungan tanpa henti untuk La Vecchia Signora. Prediksi saya, tiga poin dapat diraih dalam pertandingan ini. Forza Juventus! (alk)
Review Juventus vs Lecce : "Salta Con Noi, Gigi Buffon!"
Sepertinya banyak yang sedang galau, menyusul hasil seri yang diperoleh Juventus pada pertandingan kontra Lecce dini hari tadi. Galau boleh, kecewa boleh, tapi jangan lama-lama, karena setiap langkah harus berujung pada kembalinya semangat dan kepercayaan diri. Itulah yang sedang dibenahi Juventus untuk kembali dalam perburuan scudetto musim ini. Setiap yang berhasil tidak pernah melewatkan setiap pijakan kesalahan dalam langkah-langkahnya.
Komposisi dan Strategi
Juventus 3-5-2. Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Vidal, Pirlo, Marchisio, De Ceglie; Quagliarella, Vucinic. Cadangan : Storari, Caceres, Padoin, Giaccherini, Matri, Del Piero, Borriello.
Lecce 3-5-2. Benassi; Tomovic, Carrozzieri, Miglionico; Cuadrado, Blasi, Obodo, Delvecchio, Brivio; Seferovic, Di Michele. Cadangan : Petrachi, Di Matteo, Giandonato, Giacomazzi, Bertolacci, Muriel, Bojinov.
Persiapan
1 Mei 2012, 13.30 waktu Italia. Suatu hari yang penting, Juventus memulai dengan latihan siang itu, untuk persiapan penjamuan Lecce esok hari. Ada banner yang dibentangkan untuk Del Piero “Alla Juve Del Piero non è importante. E' l'unica cosa che conta!!!” yang dibawa oleh para fans I ragazzi del gruppo.
14.00 Conte menghadiri jumpa pers untuk mengumumkan nama pemain yang diboyong ke Juventus Arena. Lengkap ada 22 pemain yang telah saya tuliskan dalam preview match Juventus vs Lecce. 18.15, Juventus mengakhiri sesi latihan hari itu dan kembali ke hotel.
Esok harinya 2 Mei 2012, ketika seluruh elemen pendidikan di Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional, para pemain kembali melangkahkan kaki ke pusat latihan. Dari sesi latihan pagi hingga sore, Conte terlihat pasti dengan skema 3-5-2. Penjaga gawang dan sektor belakang tak ada perubahan seperti pertandingan sebelumnya, di lini tengah juga demikian. Sedangkan untuk posisi wing, Lichtsteiner dipercaya di sektor kanan setelah pada pagi harinya Caceres yang mengisi posisi ini. De Ceglie kemudian dikonfirmasi juga menggantikan posisi Giaccherini di sebelah kiri. Untuk sektor penyerangan, pendamping Vucinic akhirnya jatuh pada nama Quagliarella, yang pada beberapa hari lalu mengalami sedikit masalah pada otot kaki.
19.25, Pemain tiba di Juventus Stadium untuk bersiap menghadapi Lecce. Seisi tribun menyambut dengan tepuk tangan dan cori yang terus menggema. 25 menit kemudian, Pemilik gol terbaik ke-7 untuk kategori pemain asing yang sekarang menjabat sebagai salah satu Direktur di bawah Andrea Agnelli, Pavel Nedved, mengunjungi ruang ganti pemain. Nedved ingin melihat persiapan terakhir dari skuad Antonio Conte. Beberapa saat kemudian cori menggema untuk Pavel Nedved.
Pertandingan
Primo Tempo
Juventus mengawali sentuhan bola pertama. Permainan agresif langsung dibangun. De Ceglie memberikan crossing pertamanya di menit 4, tetapi arah bola masih jauh dari dua striker Juventus. Seperti ada sesuatu yang terjadi, semenit kemudian De Ceglie merasa kesakitan di bagian paha. Conte bereaksi cepat dengan Caceres melakukan pemanasan. Pemilik wajah mirip Ashton Kutcher, Paolo De Ceglie, kemudian digantikan oleh Martin Caceres pada menit 7. Seiring dengan gelapnya langit kota Turin, hal yang sama dirasakan ketika kamera televisi menyorot wajah De Ceglie. Permainan impresifnya di sektor kiri selama ini menjadi salah satu kelebihan Juventus. Hingga saat ini belum ada berita tentang perkembangan cidera yang dialaminya, however, hoping it wasn’t a serious thing.
Juventus kembali mengendalikan pertandingan. Menit 9 ketika Andrea Pirlo melepaskan crossing terarah ke dalam kotak penalty Lecce, Marchisio mengkonversi itu menjadi sebuah gol. Marchisio Ole! Juventus memimpin 1-0. Dalam keadaan ketinggalan satu gol, Lecce mencoba bermain lebih agresif, tetapi kekalahan mereka di sektor tengah memaksa enam pemain sering mengisi posisi ini, meninggalkan Di Michele sendirian di depan.
Juventus beberapa kali mendapatkan peluang untuk memperbesar keunggulan melalui Vidal, Vucinic, dan Quagliarella, tetapi belum berhasil menaklukkan Benassi di bawah gawang Lecce. Babak pertama berakhir dengan kedudukan 1-0 untuk Juventus.
Secondo Tempo
Tidak ada perubahan taktik di awal babak kedua oleh kedua pelatih. Permainan kembali berlanjut dan Juventus masih memegang kendali. Sesekali Lecce berhasil membangun serangan tetapi kandas di lini tengah dan belakang Juventus. Menit 9, bencana untuk Lecce, yang harus bermain dengan 10 pemain. Juan Cuadrado diusir wasit dari lapangan setelah mendapatkan kartu kuning kedua, hasil dari tackling terhadap Caceres. Juventus semakin menguasai permainan dengan keunggulan pemain.
Dari pandangan saya, ada tempo yang sedikit diturunkan ketika Juventus unggul satu gol dan unggul satu pemain. Conte seperti menyadari hal ini, beberapa instruksinya terdengar dai..dai..dai.., mungkin bermaksud untuk punggawa Juventus mempercepat ritme permainan. Serse Cosmi di sisi lain, tampak tak menyerah. Entah marah, entah bersemangat, atau entah sedang berpikir keras, wajahnya sulit untuk diartikan. Tidak tenang dengan kondisi itu, berkali-kali ia berteriak memberikan instruksi dari sisi lapangan.
Lecce sebenarnya kehilangan irama, kebuntuan serangan, dan alur bola tanpa tujuan. Mereka tidak berhasil membuat satu shot pun hingga menit 40 babak kedua. Tidak berujungnya serangan Juventus dengan gol kedua, harus dibayar mahal ketika satu kesalahan terjadi pada menit itu juga. Back pass yang diarahkan Barzagli pada Gigi Buffon, dikontrol oleh Il Capitano kurang sempurna. Muriel yang menyadari itu kemudian melakukan penetrasi dan mendapatkan bola dari kaki Buffon. Berdiri bebas tanpa pengawalan satu pemain pun di depan gawang, saya tertunduk, tak kuasa melihat tayangan itu. Beberapa detik kemudian, suara penyesalan dari yang lain terdengar. Saya sadar, Lecce menyamakan kedudukan. 1-1.
Juventus tersulut kembali. Bukan Juventus jika tidak berjuang hingga akhir pertandingan. Sepenuhnya tersisa 5 menit waktu normal, hanya Barzagli dan Bonucci di tengah lapangan pertandingan. Tujuh pemain lain mengepung daerah Lecce, ibarat pejuang gerilya yang mengepung markas Belanda. Beberapa kali peluang didapatkan, salah satunya umpan manis Pirlo pada Marchisio, sayang, tendangan kaki kiri Il Pirncipino, masih melambung di samping kanan gawang Benassi. Bendera putih tak berkibar dari sisi giallorossi hingga pluit akhir pertandingan dibunyikan. Super Juventus pulang dengan satu poin.
Rating Pemain
|
Gianluigi Buffon |
5,5 |
Satu kesalahan dari Gigi Buffon, kemudian menjadikan gol Lecce. Bukan berarti Buffon tampil tidak bagus, hanya sedikit kekurang beruntungan. |
|
Andrea Barzagli |
6,5 |
Untuk tiga difensore Juventus, benteng pertahanan yang kokoh. Tak mampunya Lecce membuat shot hingga gol balasan terjadi mengindikasikan rapinya pertahanan Juventus. 2 corner dari Lecce pun tidak mampu mengancam pertahanan Juventus. Pertahanan terbaik Italia. |
|
Leonardo Bonucci |
6,5 |
|
|
Giorgio Chiellini |
6,5 |
|
|
Stephen Lichtsteiner |
6,5 |
Ia berhasil melakukan dua dribbling ke daerah pertahanan Lecce. Lima kali crossing ke kotak penalty, namun belum terarah ke jangkauan sektor depan Juventus. |
|
Arturo Vidal |
6,5 |
Empat shot ia lepaskan. Dua shot on goal. Dua peluang emas ketika berhadapan dengan Benassi. Kaki kiri Vidal tidak merespon dengan baik perintah dari rangsangan psikomotornya. |
|
Andrea Pirlo |
7,0 |
Satu assist untuk Marchisio. Dua shot, tetapi belum mengarah ke gawang Benassi. Di beberapa menit terakhir, passing Pirlo sedikit tak terarah ke tujuan, namun 12 crossing membuat kreasi serangan lebih baik. |
|
Claudio Marchisio |
8,0 |
2 shot on goal dari kakinya. Satu heading menjebol gawang Lecce. Peluang terakhir memaksimalkan umpan Pirlo masih menyamping. |
|
Paolo De Ceglie |
5,5 |
Hanya 7 menit De Ceglie bermain. Baru 2 passing yang ia lakukan. Semoga Cideranya tidak terlalu serius. |
|
Fabio Quagliarella |
6,0 |
Ada dua shot on goal. Salah satu placing nya ke arah kiri Benassi hampir membuahkan gol. |
|
Mirco Vucinic |
6,0 |
Dua shot on goal juga dari Mirco. 30% dari passing yang ia lakukan kandas di kaki lawan. |
|
Martin Caceres |
6,0 |
Beberapa umpan untuknya lepas dari kontrol. 8 crossing membuat sektor kiri cukup hidup. |
|
Alessandro Matri |
6,0 |
Banyak harapan ketika dua attacante Juventus ini memasuki pertandingan. Matri dengan satu shot yang baik. Del Piero dengan 7 passing akurat. Dua duet ini tidak banyak mendapatkan peluang. |
|
Alessandro Del Piero |
6,0 |
Statistik Keseluruhan
|
Juventus |
|
Lecce |
|
1 |
Goal |
1 |
|
58,3% |
Ball Position |
41,7% |
|
7 |
Shot on Goal |
1 |
|
5 |
Shot Wide |
1 |
|
2 |
Offside |
1 |
|
6 |
Corner |
2 |
|
12 |
Dribbling |
17 |
|
537 |
Passing |
382 |
|
29 |
Crossing |
5 |
|
12 |
Fault |
15 |
|
1 |
Yellow Card |
4 |
|
0 |
Red Card |
1 |
Forza Buffon!
Satu part lagi yang saya sengaja pisahkan karena beberapa hal yang ingin saya tulis. Seperti judulnya, Forza Buffon! Bagian ini khusus saya dedikasikan untuk penjaga gawang nomor satu Italia yang begitu setia dengan Juventus hingga saat ini.
Satu kesalahan memang dilakukan oleh Buffon. Satu kontrol bola yang kurang sempurna. Hal ini bisa terjadi pada pemain, siapapun itu. Passing dan control dalam sepak bola adalah hal mendasar untuk membangun kerja sama tim. Dari passing-control, penguasaan bola didapat. Dari passing-control, peluang tercipta. Dari passing-control, pergerakan berubah. Dan dari passing-control, kesaling pahaman terbangun.
Gigi Buffon tetaplah salah satu pemain yang berhasil membawa kita semua mampu untuk bermimpi scudetto tahun ini. Perjuangan yang ia tunjukkan selama mengawal gawang Juventus adalah yang terbaik. Dan pertandingan melawan Lecce kemarin bukanlah akhir segalanya. Seisi stadion bergemuruh ketika gol Lecce terjadi, bukan untuk menyudutkan Buffon, tetapi cori-cori penyemangat yang terus menggema menyemangati Buffon. Setiap yang berhasil tak pernah melewatkan setiap kesalahan dalam langkahnya, karena dari kesalahan membuat kita belajar untuk menjadi lebih baik. Dan Buffon adalah pemain Juventus yang paling menyadari hal ini sekarang. Super Gigi!
Salutate Il Capitano! Salta Con Noi, Gigi Buffon! Salta Con Noi, Gigi Buffon! (alk)
Preview Juventus vs Lecce : "Dua Langkah Lagi"
Perjalanan panjang telah dilakukan, penuh tetesan darah dan keringat. Langkah-langkah yang ditatih satu demi satu menjadi garis sejarah ketika kita menengok kembali. Pintu-pintu telah terbuka, berkas sinar terang menyelinap sedikit demi sedikit. Di balik pintu sebuah bintang emas telah menunggu, terang penuh cahaya kemenangan. Mengukir wajah-wajah para legenda, mengukir nama-nama para pejuang, mengukir jasa-jasa para pahlawan, dan menyimpan impian semua pecinta. Menggumpal menjadi satu dalam semangat untuk mentatih kaki ini, dua langkah lagi. Iya, dua langkah lagi, sobat.
Peringkat dan Target
Juventus masih memimpin klasemen serie A hingga giornata 35 kemarin. Setelah menghempaskan Novara empat gol tanpa balas, pundi-pundi poin penuh Juventus terus bertambah dan membuat 8 kemenangan beruntun, empat di antaranya didapat di partai home. Juventus memerlukan poin penuh di dua giornata dari tiga giornata sisa untuk menjadikan pencapaian scudetto musim ini be come true. 36 gol yang berhasil diciptakan Juventus di hadapan publik sendiri selama serie A musim ini menjadi salah satu pencapaian yang patut diwaspadai oleh Lecce.
Jika Juventus sedang berjuang untuk meraih scudetto ke 30, maka lain hal dengan Lecce. Mereka sedang berjuang untuk keluar dari zona degradasi. Selisih satu poin dengan Genoa di peringkat 17 tentu ingin dimanfaatkan oleh Lecce sebaik mungkin. Partai ini akan menjadi salah satu partai hidup mati Lecce jika ingin tetap di serie A untuk musim depan, karena Genoa, pesaing terberat mereka, akan menjamu Cagliari di kandang sendiri. Sehingga, jika Genoa mampu meraih poin penuh, maka Lecce harus mampu menang atas Juventus agar asa mereka tidak pupus.
Pelatih
Antonio Conte masih terus melanjutkan tren positif kemenangan Juventus di 8 giornata beruntun serie A. Dan partai melawan Lecce malam nanti bukanlah pertandingan yang mudah. “Kami akan melawan klub kedua (Lecce) yang mempunyai motivasi tinggi untuk mendapatkan poin dari kami. Lecce tentu akan bermain dengan sangat baik, layaknya kami (Juventus).” Pernyataan dari Conte ini mengindikasikan tentang beratnya memperoleh poin dari klub yang terancam terdegradasi. Waktu lalu, ketika melawan Cesena, yang berada di peringkat paling bawah klasemen, Juventus cukup sulit untuk memenangkan pertandingan. Hal inilah yang menjadikan fokus Conte pada pertandingan kali ini.
Pada tanggal 4 Desember 2011, Serse Cosmi datang ke Lecce untuk menggantikan Eusebio Di Francesco, pelatih Lecce terdahulu yang membawa hasil buruk untuk giallorossi musim ini. Pada tahun 2003 silam, ingatan pecinta bola Italia tentu belum lupa dengan pencapaian gemilang Perugia di bawah asuhan Cosmi. Menangani grifoni dari tahun 2000, Cosmi kemudian membawa klub ini menjuarai UEFA Intertoto Cup pada tahun 2003. Dari racikan tangan dinginnya kemudian muncullah nama-nama pemain terkenal, seperti Marco Materazzi, Hidetoshi Nakata, Fabrizio Miccoli, Fabio Grosso, dan Fabio Liverani. Pelatih yang gemar memakai topi baseball ketika di pinggir lapangan ini mengatakan di salah satu wawancaranya, “kami tahu, kami akan bertemu dengan tim yang hanya kebobolan 1 gol dalam 8 pertandingan terakhir mereka. Juventus sedang berada di jalur juara dari hasil dan kualitas permainan mereka. Saya tidak tahu berapa besar peluang kami di Turin nanti, tapi kami berada di posisi yang tepat untuk memberikan mereka permainan yang menarik.”
Hal yang sangat disayangkan, Cosmi tidak bisa mendampingi Lecce pada partai malam nanti, menyusul hukuman satu pertandingan untuknya dari komisi disiplin liga Italia serie A.
Komposisi Pemain dan Strategi yang Digunakan
Selesainya suspend untuk Matri, maka kini Conte dapat membawa 22 pemain seperti biasa. Buffon, Chiellini, Caceres, Marchisio, Del Piero, De Ceglie, Manninger, Vucinic, Barzagli, Elia, Quagliarella, Bonucci, Padoin, Pirlo, Vidal, Borriello, Giaccherini, Lichtsteiner, Estigarribia, Storari, Matri Marrone. Di daftar pemain Cidera, masih ada Simone Pepe yang pada latihan terakhir mengikuti latihan terpisah dari tim.
Untuk prediksi formasi yang akan digunakan Conte, saya kembali memprediksi 3-5-2. Walaupun ini sebenarnya sering berubah sesaat sebelum pertandingan dilakukan. Jika Juventus memang turun dengan 3-5-2 maka kemungkinan starting line up adalah Buffon; Barzagli-Bonucci-Chiellini; Lichtsteiner-Vidal-Pirlo-Marchisio-De Ceglie; Borriello-Vucinic. Cadangan : Storari, Caceres, Giaccherini, Padoin, Del Piero, Quagliarella, dan Matri.
Sisi Lecce membawa 20 pemain, Gabrieli, Di Matteo, Giandonato, Cuadrado, Obodo, Bojinov, Seferovic, Miglionico, Ofere, Di Michele, Giacomazzi, Muriel, Petrachi, Blasi, Brivio, Tomovic, Carrozzieri, Benassi, Delvecchio, dan Bertolacci. Lecce tidak akan mensertakan Esposito, yang mendapat suspend karena kartu merah pada partai kontra Parma di giornata lalu, dan tiga pemain yang menderita cidera Corvia, Julio Sergio, dan Oddo.
Prediksi formasi yang akan digunakan Lecce adalah 3-5-2. Benassi; Carrozzieri-Miglionico-Tomovic; Cuadrado-Blasi-Delvecchio-Giacomazzi-Brivio; Muriel-Di Michele. Cadangan : Petrachi, Di Matteo, Giandonato, Obodo, Bertolacci, Bojinov, dan Seferovic.
Head to Head Pemain
Portiere. 2970 menit berada di bawah mistar Juventus. Posisi Gianluigi Buffon memang tak tergantikan untuk kancah serie A. Hingga saat ini Buffon mengalami kebobolan sebanyak 15 gol, dengan 94 kali penyelamatan. Sedangkan Benassi dari Lecce, yang merupakan penjaga gawang utama giallorossi, telah bermain selama 2194 menit, menderita 35 gol, dan melakukan 139 penyelamatan.
Difensore. Girogio Chiellini masih menjadi tumpuan Juventus. 2757 menit bermain, menggagalkan 197 serangan lawan dan 15 kali tackle bersih. Sedangkan dari Lecce, dengan tidak bermainnya Esposito dan Oddo, maka nama yang muncul adalah Nenad Tomovic. Pemain asal Serbia ini menghabiskan 2709 menit untuk memperkuat lini belakang Lecce. Total 283 menggagalkan serangan lawan dan 21 tackle bersih.
Centrocampisti. 12 assist sudah diberikan Andrea Pirlo. 2946 menit bermain dan menciptakan 119 kreasi serangan untuk Juventus. Dari Lecce, Juan Guillermo Cuadrado bermain sebanyak 1115 menit dan menciptakan 40 kreasi serangan. Ia juga telah menciptakan 3 gol untuk Lecce.
Attacante. Dua gol lalu kontra Novara, Mirco Vucinic akan terus menjadi sorotan pada partai ini. 11 assist dan 80 shot yang berbuah 6 gol telah diberikan untuk Juventus dalam 2142 menit bermain. Sisi Lecce mempunyai David Di Michele yang telah melepaskan 57 shot, menciptakan 10 gol, memberikan 4 assist, dilakukan dalam 2208 menit bermain.
5 Pertandingan Terakhir
|
Giornata |
Juventus |
Lecce |
||
|
35 |
Novara (0) |
(4) Juventus |
Lecce (1) |
(2) Parma |
|
34 |
Juventus (4) |
(0) Roma |
Lazio (1) |
(1) Lecce |
|
33 |
Cesena (0) |
(1) Juventus |
Lecce (0) |
(2) Napoli |
|
32 |
Juventus (2) |
(1) Lazio |
Catania (1) |
(2) Lecce |
|
31 |
Palermo (0) |
(2) Juventus |
Lecce (4) |
(2) Roma |
Lecce sejauh ini telah memenangkan 8 giornata di serie A, dengan 5 kemenangan mereka dapatkan pada pertandingan away. Statistik kemenangan Lecce di partai away adalah 29,4%. Sedangkan Juventus dalam melakoni partai home, sebanyak 17 kali dengan 12 kemenangan, serta presentase kemenangan 70%. Tentu untuk sisi ini, Juventus lebih diunggulkan.
5 Pertemuan Terakhir
|
Tanggal |
Turnamen |
Home |
Away |
|
08/01/12 |
Serie A |
Lecce (0) |
(1) Juventus |
|
20/02/11 |
Serie A |
Lecce (2) |
(0) Juventus |
|
17/10/10 |
Serie A |
Juventus (4) |
(0) Lecce |
|
03/05/09 |
Serie A |
Juventus (2) |
(2) Lecce |
|
07/12/08 |
Serie A |
Lecce (1) |
(2) Juventus |
Total pertemuan kedua tim adalah 23 kali dengan 15 di antaranya dimenangkan oleh Juventus. 3 kali kalah dan 5 kali seri. Kemudian 7 kemenangan Juventus atas Lecce dari 15 kemenangan yang ada, Juventus unggul dengan margin paling sedikit tiga gol. Juventus menyarangkan 51 gol dan kebobolan 21.
Pemimpin Pertandingan
Paolo Valeri adalah nama wasit yang dikonfirmasi akan memimpin pertandingan Juventus vs Lecce. Wasit asal kota Roma ini untuk ketiga kalinya akan memimpin pertandingan Bianconeri pada musim ini. Sebelumnya Valeri memimpin pertandingan ketika Juventus mengalahkan Siena di partai tandang 0-1, dan ketika menang atas Udinese di Juventus Stadium 2-1. Selama karir kewasitannya, Valeri telah memimpin 9 pertandingan Juventus, dengan hasil 4 kemenangan, 3 seri, dan 2 kalah. Valeri akan dibantu oleh Massimiliano Grilli dan Gianluca Cariolato sebagai hakim garis, serta Gabriele Grava sebagai wasit keempat.
Prediksi
Tidak banyak lagi yang ditulis di sini, statistik telah jelas memberikan gambaran, Juventus menjadi unggulan dalam pertandingan ini. Sebagian handicap memberikan taruhan dengan for dua gol untuk Lecce. Artinya, Juventus diyakini menang, walaupun itu hanya dengan margin satu gol. Saat ini tidak penting berapa margin yang harus diberikan, yang terpenting adalah tiga poin yang dibawa pulang. Ayo Juventus!
Special Part
Bagian ini memang sengaja saya pisahkan, untuk bagaimana kita melihat peluang Juventus merayakan scudetto malam ini. Partai melawan Lecce adalah salah satu dari tiga partai sisa. Selisih tiga poin dengan Milan saat ini membuat Juventus mempunyai peluang untuk mengklaim diri sebagai campione malam ini. Itu terjadi jika Milan kalah di kaki Atalanta.
Milan memang sedang menanjak dengan memukul Siena 1-4, tetapi Atalanta juga tidak dalam performa yang buruk saat ini. Dua partai terakhir, Atalanta berhasil meraih 6 poin penuh dan bercokol di posisi 10 klasemen. Melihat performa Milan yang mampu ditahan Bologna 1-1 di Sansiro, berarti Atalanta juga mempunyai peluang untuk menundukkan Milan. Handicap memberikan for 1 gol untuk Atalanta, artinya tidak sedikit juga yang memprediksi bahwa Milan akan ditahan imbang atau malah kalah oleh Atalanta.
Bukan saya ingin mengajak bersifat takabur akan apa yang belum didapat atau bersombong diri dengan ini akan tetapi jika semuanya terjadi seperti yang saya tulis di atas, maka bersiaplah sobat, dini hari nanti, kita akan bersama menyanyikan campione..campione..ale..ale.. (alk)
Buon Compleanno JCI Chapter Salatiga
Berita kali ini hadir dari kawasan Jawa Tengah, dari kota yang memiliki motto Crir Astu Swasti Prajabhyah, kota Salatiga. Pada tahun 2007 lalu berdasarkan sensus penduduk, kota ini memiliki penduduk 176 juta jiwa. Dan diantara sekian banyak itu, tentu saja tifosi Bianconeri selalu mewarnai jumlah tersebut, karena memang Juventini ada di mana-mana.
JCI Chapter Salatiga berdiri satu tahun yang lalu, pada tanggal 24 April 2011. Di waktu Gathering Nasional 12-13 November 2011 di Jakarta, JCI Chapter Salatiga diresmikan oleh Presiden JCI, Fransiskus Susetyo untuk menjadi chapter resmi Juventus Club Indonesia di kota Salatiga. Satu tahun berjalan, kemudian pada tanggal 29 April 2012 kemarin, JCI Chapter Salatiga mengadakan acara ulang tahunnya yang pertama.
Acara ultah ini bertemakan Brotherhood and Unity, yang diikuti oleh 75 orang peserta. Selain dari Salatiga sendiri, ada juga perwakilan dari chapter sekitar yang ikut hadir, yaitu Jogja, Semarang, Solo, dan Pati. Digelar selama satu hari, dimulai pada pukul 14.00 WIB dengan fun futsal, kemudian pukul 18.00 WIB sarasehan dan nonton bareng lanjutan giornata 35 serie A, Novara vs Juventus. Bekerja sama dengan Arena Futsal yang berlokasi di Jalan Kemiri Raya Salatiga dan My Steak di jalan Fatmawati No.1, rangkaian acara ultah JCI Chapter Salatiga berjalan dengan sukses.
Seperti halnya vice allenatore dari Antonio Conte, Angelo Alessio. JCI Chapter Salatiga juga mendapatkan hadiah ulang tahun mereka dengan kemenangan Juventus atas Novara, empat gol tanpa balas. Dan tentu saja ini juga merupakan hadiah untuk seluruh Juventini di Nusantara. Indah dalam persaudaraan, indah dalam ikatan satu dukungan. Koordinator JCI Chapter Salatiga, Marsudi, dalam wawancaranya memberikan pesan kepada seluruh Juventini di Indonesia, “Semoga semua Juventini seluruh Indonesia, mau yang garis keras atau nggak, bisa mendukung secara totalitas kepada Juve. Kita buktikan kepada dunia bahwa Juventini adalah tifosi yang loyalitas dan totalitas tanpa batas untuk Juve. Semoga musim ini Juve bisa meraih bintang ketiga untuk scudetto dan bintang perak pertama untuk Coppa Italy.”
Akhirnya, dari segenap keluarga besar Juventus Club Indonesia mengucapkan Selamat Ulang Tahun yang pertama untuk JCI Chapter Salatiga. Maju terus dengan segala kegiatan positif dan terus menjunjung tinggi rasa kekeluargaan. Buon Compleanno! (alk)
Our Partners

